Partisipasi dalam ajang bergengsi bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang menunjukkan kualitas dan jati diri. Inilah yang ditunjukkan oleh SMA IT Shohwatul Is’ad dengan mengutus santri terbaiknya dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
Sebanyak 14 cabang lomba diikuti oleh para santri, mencerminkan luasnya potensi yang dimiliki. Beberapa di antaranya adalah Baca Puisi, Fotografi, Nyanyi Solo Putra dan Putri, Jurnalistik, Komik Digital, hingga Film Pendek. Selain itu, santri juga berpartisipasi dalam cabang Menulis Cerpen, Monolog, Desain Poster, Cipta Puisi, Tari Kreasi, dan Instrumen Digital Solo.
Para peserta sebelumnya telah melalui proses seleksi ketat di tingkat sekolah, kemudian dipersiapkan secara matang melalui pembinaan intensif bersama para pembimbing di masing-masing bidang. Hal ini menjadi bukti keseriusan sekolah dalam mengantarkan santri tampil optimal di ajang kompetisi.
Kepala SMA IT Shohwatul Is’ad, Ustadz Rendika Agustianto, Lc., M.A., dalam kegiatan pelepasan menyampaikan harapannya agar keikutsertaan ini menjadi titik awal lahirnya bibit-bibit unggul di bidang seni dan sastra dari lingkungan pesantren. Ia menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar dalam mengembangkan kreativitas santri. “Semoga dari sini lahir generasi yang tidak hanya kuat dalam keilmuan agama, tetapi juga unggul dalam seni dan kesusastraan. Pesantren juga bisa, dan tidak kalah,” ungkapnya.



