Bulan Ramadan selalu menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian, ukhuwah, dan semangat berbagi di tengah umat Islam, di mana pun mereka berada. Nilai inilah yang tampak dalam kunjungan Pendiri dan Pembina PPMI Shohwatul Is’ad, Masrur Makmur Latanro beserta rombongan, ke Masjid As Solihiin Yokohama pada Jumat (6/3).

Dalam kunjungan tersebut, Dr. KH. Masrur Makmur Latanro, M.Pd.I menyerahkan bantuan untuk Masjid As Solihiin Yokohama sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas dakwah dan pembinaan umat Islam di Jepang. Penyerahan bantuan dilaksanakan dalam suasana sarasehan dan dialog bersama jamaah setelah pelaksanaan salat Jumat.

Momentum ini sekaligus menunjukkan bahwa solidaritas umat Islam tidak dibatasi oleh jarak geografis. Kehadiran tokoh dari Indonesia di tengah komunitas Muslim Jepang menjadi penguat semangat bagi jamaah yang menjalankan kehidupan beragama sebagai minoritas.

Pada kesempatan yang sama, beliau juga menyampaikan khutbah Jumat dengan tema yang relevan dengan kehidupan spiritual umat Islam, yakni “Puasa Ramadan Mengubah Nafsu Syaitaniyah yang Menyesatkan menjadi Nafsu Rububiyah.” Dalam khutbahnya, beliau menekankan bahwa ibadah puasa tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban ritual, tetapi juga sebagai proses transformasi diri. Puasa melatih manusia untuk menundukkan dorongan nafsu yang bersifat destruktif dan menggantinya dengan kesadaran rububiyah, yakni kesadaran untuk tunduk, taat, dan dekat kepada Allah.

Pesan tersebut terasa semakin bermakna bagi jamaah Muslim di Jepang yang harus menjaga konsistensi ibadah di tengah lingkungan sosial yang berbeda. Karena itu, ruang-ruang kebersamaan seperti masjid menjadi pusat penguatan iman sekaligus tempat membangun solidaritas.

Pada hari pertama kunjungan rombongan PPMI Shohwatul Is’ad, berbagai aktivitas kebersamaan juga terlaksana bersama komunitas Muslim setempat. Informasi terakhir sejak berita ini diturunkan, Dr. KH. Masrur Makmur Latanro, M.Pd.I bersama rombongan turut menghadiri jamuan buka puasa bersama di Masjid As Solihiin Yokohama.

Antusiasme jamaah terlihat sangat tinggi. Meskipun kapasitas masjid hanya mampu menampung sekitar 70 jamaah, kegiatan buka puasa bersama dihadiri oleh sekitar 150 jamaah. Kepadatan tersebut justru mencerminkan semangat kebersamaan yang kuat di kalangan Muslim Yokohama dalam menyemarakkan bulan Ramadan.