“Sebagai penghafal Al-Qur’an, santri harus menjadi yang terdepan dan terbaik.” Pesan itulah yang disampaikan Direktur Kepondokan PPMI Shohwatul Is’ad, Ustadz Ishaq, dalam kegiatan Lailatut Takrim santri putri yang digelar oleh Kesanttrian Putri pada Jumat malam (6/3) di Musala Safa Annisa.
Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan kepada santri putri yang berhasil mencapai target hafalan Al-Qur’an. Acara pemberian penghargaan tersebut dihadiri oleh seluruh santri putri, para orang tua santri, pembina, serta guru yang turut menyaksikan capaian para santriwati dalam perjalanan menghafal Al-Qur’an.
Pada Lailatut Takrim Kesanttrian Putri tahun 2026 ini, tercatat sebanyak 42 santri putri menerima penghargaan atas capaian hafalan yang telah mereka raih. Momen tersebut berlangsung penuh haru, karena setiap penghargaan menjadi simbol dari proses panjang yang dijalani para santriwati dengan kesungguhan, kedisiplinan, dan bimbingan para asatidzah.
Dalam pesannya, Ustadz Ishaq menegaskan bahwa kehormatan sebagai penghafal Al-Qur’an harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, para santri yang menjaga Al-Qur’an tidak hanya dituntut kuat dalam hafalan, tetapi juga harus mampu menunjukkan akhlak yang baik dan menjadi teladan di tengah masyarakat.




