Pelatihan seputar coding dan kecerdasan artifisial (AI) digelar pada Selasa (9/12), sebagai upaya menambah wawasan para guru Shohwatul Is’ad tentang teknologi yang kini semakin dekat dengan dunia pendidikan.

Pelatihan ini dibimbing oleh Ustadz Muhammad Nurhidayat, S.T., Gr, yang sebelumnya telah mengikuti program pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial. Melalui pemaparan yang sederhana dan mudah diikuti, beliau memperkenalkan bagaimana logika coding bekerja, apa saja peran AI dalam pembelajaran, dan aplikasi-aplikasi yang bisa membantu guru dalam menyiapkan materi ajar.

Suasana pelatihan cukup hidup. Para guru mencoba langsung membuat perintah coding sederhana, lalu melihat bagaimana sebuah instruksi bisa menjalankan perintah tertentu. Beberapa aplikasi AI juga dicoba bersama, mulai dari yang membantu membuat bahan ajar hingga yang dapat digunakan untuk mempermudah evaluasi pembelajaran.

Bagi sebagian guru, pengalaman ini menjadi “bekal tambahan” yang memberi pandangan baru bahwa teknologi tidak harus rumit. Justru, jika dipahami dengan cara yang tepat, teknologi bisa menjadi alat bantu yang memudahkan sekaligus membuka ruang kreativitas yang lebih luas dalam mengajar.

Selain praktik, pelatihan ini juga mengingatkan bahwa literasi digital kini sudah menjadi kebutuhan dasar. Guru tidak lagi dituntut menjadi ahli teknologi, cukup memahami cara kerja dan memanfaatkannya untuk mendukung pembelajaran.

Dengan adanya kegiatan ini, guru Shohwatul Is’ad diharapkan semakin siap mengikuti perkembangan zaman dan mampu menawarkan pengalaman belajar yang lebih menarik, relevan, dan dekat dengan dunia anak-anak hari ini.