Pembelajaran yang memberikan pengalaman secara langsung mampu memperkaya wawasan sekaligus memperkuat pemahaman peserta didik terhadap berbagai fenomena di sekitarnya. Dengan semangat tersebut, santri kelas XIIA dan XIIB mengikuti kegiatan Outing Class bertema “Study Campus dan Menelusuri Jejak Masa Lampau” pada Ahad–Selasa (2–4/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang memadukan edukasi, eksplorasi, dan penguatan karakter.

Selama tiga hari, para santri didampingi oleh wali kelas dan wali asrama mengikuti rangkaian kegiatan di sejumlah destinasi edukatif. Kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih beragam melalui pengenalan dunia industri, lingkungan perguruan tinggi, wisata alam, serta sejarah dan budaya.

Para santri mengunjungi Cimory Dairyland, kawasan wisata alam Malino, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, serta Museum Balla Lompoa. Melalui rangkaian kunjungan tersebut, mereka memperoleh wawasan mengenai dunia industri dan wisata edukasi, mengembangkan keterampilan kerja sama dan kepemimpinan melalui berbagai aktivitas, mengenal lebih dekat kehidupan di perguruan tinggi, serta memperdalam pemahaman tentang sejarah dan warisan budaya Kerajaan Gowa.

Wali Kelas XII, Ustadz Agung Setia Budi, S.S.I., M.Pd., menyampaikan bahwa outing class merupakan bagian dari strategi pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata kepada para santri. Menurutnya, pengalaman di lapangan mampu memperkuat pemahaman terhadap materi sekaligus memperluas cara pandang mereka terhadap berbagai bidang kehidupan.

Ia menambahkan bahwa kunjungan ke Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin diharapkan dapat memotivasi para santri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sementara itu, kunjungan ke Museum Balla Lompoa menjadi sarana mengenalkan nilai-nilai sejarah, budaya, dan identitas lokal sebagai bekal dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berwawasan luas.