Kesungguhan dalam menjaga Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan menambah hafalan, tetapi juga harus dibuktikan melalui ujian yang terukur dan sistematis. Prinsip inilah yang terus ditegakkan di lingkungan SMA IT Shohwatul Is’ad, sehingga capaian tahfidz para santri tidak sekadar kuantitas, melainkan juga kualitas.
Komitmen tersebut kembali terlihat melalui capaian Ananda Muh. Nabil Al-Gibrani, santri kelas 12 asal Marauke, yang berhasil menuntaskan simaan hafalan 2 juz Al-Qur’an dalam sekali duduk. Ujian ini menjadi salah satu tahapan evaluasi untuk memastikan kelancaran, ketepatan tajwid, serta kekuatan hafalan yang telah dibangun melalui proses murojaah yang disiplin.
Pelaksanaan simaan dilakukan dengan dua metode, yakni luring dan daring. Secara luring, hafalan disimakkan langsung di hadapan pembimbing untuk memastikan kualitas bacaan tetap terjaga. Sementara itu, secara daring, simaan turut disaksikan oleh para santri lain yang berperan sebagai penyimak. Keterlibatan ini bukan hanya bagian dari proses evaluasi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bersama dan motivasi kolektif dalam menguatkan hafalan Al-Qur’an.
Menuntaskan lima juz dalam sekali duduk tentu bukan hal yang ringan. Diperlukan kesiapan fisik, ketahanan fokus, serta konsistensi murojaah dalam jangka panjang. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pembinaan tahfidz di SMA IT Shohwatul Is’ad berjalan secara sistematis dan berorientasi pada mutu.