Keberanian berbicara di depan umum bukanlah bakat bawaan, melainkan keterampilan yang dibangun melalui pola pikir yang tepat dan latihan yang konsisten. Atas dasar itulah seminar bertajuk The Power of Growth Mindset in Public Speaking menghadirkan Mr. Mohamed Oubacha sebagai pemateri untuk membangun mindset keberanian berbicara bagi santri putri.
Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan pola pikir bertumbuh (growth mindset) agar para santri tidak takut mencoba, tidak ragu tampil, dan tidak mudah menyerah ketika melakukan kesalahan saat berbicara di depan umum. Dalam penyampaiannya, Mr. Oubacha menegaskan bahwa public speaking adalah keterampilan yang digunakan setiap hari, bukan hanya di atas panggung.
“You practice public speaking everyday. You may present something in the class, it also works in working environments, helps you with your occupation. Also, for example as a father, as a mother, public speaking helps you when you talk to your kids and deliver an important message,” ujarnya.
Pesan tersebut menekankan bahwa kemampuan berbicara bukan sekadar kebutuhan akademik, tetapi bekal kehidupan. Mulai dari ruang kelas, dunia kerja, hingga peran dalam keluarga, kemampuan menyampaikan gagasan dengan jelas menjadi kunci pengaruh dan kepemimpinan.
Secara khusus, Mr. Oubacha juga memberikan pesan inspiratif kepada santri kelas 12 agar memiliki peran nyata dalam perubahan sosial. Ia menegaskan bahwa perubahan tidak akan terjadi hanya dengan keinginan, melainkan dengan tindakan yang dimulai dari diri sendiri.
“You have to be a change maker. If you want to make a change in your life, it doesn’t come just in your mind. If you want a change in society, you must be the change first. For example, if I see any action of corruption, I will not support it, I will be against it. So the change starts from ourselves, then we help the community,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar para santri tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif. “Don’t let bad society change you. Change according to your values. Say to yourself, I will not change according to others’ values,” tambahnya dengan penuh penekanan.
Seminar ini berlangsung interaktif, dengan sesi diskusi dan praktik singkat yang mendorong santri untuk berani menyampaikan pendapat. Antusiasme peserta terlihat dari keberanian mereka bertanya dan mencoba berbicara di hadapan forum.