Upaya membangun lingkungan pesantren yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika terus diperkuat melalui edukasi kepada santri. Sebanyak 127 peserta dari jenjang SMP dan SMA IT Shohwatul Is’ad mengikuti Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika Kabupaten Pangkep Tahun 2026 di PPMI Shohwatul Is’ad, Senin (21/9).

Kegiatan yang diselenggarakan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pangkep tersebut mengangkat tema “Penguatan Peran Pesantren dalam Mewujudkan Generasi Santri Kabupaten Pangkep yang Religius, Sehat dan Bersih dari Narkoba Menuju Indonesia Emas Tahun 2045.”

Edukasi diberikan melalui sejumlah perspektif yang berkaitan dengan pencegahan narkotika. Narasumber dari BNN, kepolisian, dan bidang jurnalistik hadir memberikan pemahaman kepada santri mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, langkah pencegahan, konsekuensi hukum, serta pentingnya literasi informasi dalam menghadapi berbagai isu di lingkungan sosial.

Bagi santri, pemahaman tentang narkotika tidak berhenti pada pengenalan terhadap jenis dan bahayanya. Pengetahuan mengenai cara menjaga diri, membangun pergaulan yang sehat, serta bersikap kritis terhadap informasi menjadi bekal penting dalam menghadapi lingkungan sosial yang semakin terbuka.

Kehadiran unsur BNN, kepolisian, dan jurnalistik juga memperluas perspektif santri terhadap persoalan narkotika. Edukasi tidak hanya membahas aspek kesehatan dan hukum, tetapi juga bagaimana informasi tentang narkotika dikonsumsi, dipahami, dan disebarluaskan kepada masyarakat.

Penguatan pengetahuan tersebut diharapkan semakin meneguhkan peran pesantren sebagai lingkungan pendidikan yang membentuk santri berkarakter, sehat, dan memiliki ketahanan terhadap penyalahgunaan narkotika. Kesadaran yang tumbuh sejak usia sekolah menjadi bekal penting bagi santri untuk menjaga diri sekaligus menciptakan lingkungan pergaulan yang lebih aman dan sehat.