Dunia pendidikan hari ini tidak cukup hanya berfokus pada capaian akademik di ruang kelas. Santri juga perlu diperkenalkan pada realitas dunia profesi agar memiliki kesiapan berpikir, keterampilan komunikasi, serta kemampuan beradaptasi dengan tantangan masa depan. Berangkat dari hal tersebut, SMA IT Shohwatul Is’ad terus mendorong penguatan pengalaman belajar berbasis praktik melalui program magang profesi yang diikuti oleh santri kelas XI.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik atas program tersebut, para santri melaksanakan Seminar Laporan Hasil Magang Profesi pada Sabtu–Ahad (16–17/5). Seminar ini menjadi ruang bagi santri untuk mempresentasikan hasil observasi, pengalaman praktik lapangan, hingga keterkaitan profesi yang dijalani dengan minat serta rencana masa depan mereka.

Sebelum seminar berlangsung, santri terlebih dahulu mengikuti kegiatan KTI Camp selama dua hari. Dalam kegiatan tersebut, para guru membimbing secara intensif proses penyusunan laporan ilmiah, mulai dari teknik penulisan, pengolahan hasil observasi, hingga persiapan presentasi seminar. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting agar santri tidak hanya mampu menjalani praktik lapangan, tetapi juga mampu menuangkan pengalaman tersebut ke dalam tulisan yang sistematis dan ilmiah.

Suasana seminar berlangsung dengan penuh keseriusan. Para santri tampil memaparkan hasil magang di hadapan guru pembimbing dan penguji dengan sikap yang aktif dan komunikatif. Kemampuan berbicara di depan umum, berpikir kritis, serta mempertanggungjawabkan hasil penelitian menjadi bagian dari keterampilan yang terus diasah melalui kegiatan tersebut.

Windi Mawardani, salah satu pembimbing penyusunan laporan menuturkan bahwa seminar laporan hasil magang merupakan agenda tahunan yang diperuntukkan bagi santri kelas XI dan menjadi salah satu prasyarat penyelesaian studi nantinya.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai pelaporan hasil magang, tetapi juga sebagai proses pembentukan pola pikir ilmiah dan penguatan kesiapan santri menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.