Kesantrian Putri PPMI Shohwatul Is’ad menyelenggarakan pelatihan mengkafani jenazah sebagai bagian dari pembelajaran fikih bagi santriwati. Kegiatan tersebut berlangsung di Musala Shafa Annisa, musala berbentuk kapal layaknya bahtera Nabi Nuh yang selama ini difungsikan sebagai tempat ibadah sekaligus ruang belajar santriwati di lingkungan pesantren.

Pelatihan berlangsung dengan suasana yang tertib dan penuh perhatian. Para santriwati mengikuti praktik tata cara mengkafani jenazah secara langsung dengan pendampingan guru dan pembina. Dalam kegiatan tersebut, santriwati diperkenalkan pada tahapan pengurusan jenazah sesuai syariat Islam, mulai dari penggunaan kain kafan hingga adab dalam pelaksanaannya.

Pembelajaran semacam ini dinilai penting karena pemahaman tentang pengurusan jenazah tidak cukup hanya dipelajari melalui teori di dalam kelas. Kemampuan tersebut merupakan bagian dari fardu kifayah yang memiliki nilai ibadah sekaligus tanggung jawab sosial di tengah masyarakat. Di sisi lain, keterampilan dasar keagamaan seperti pengurusan jenazah mulai jarang dipahami secara langsung oleh generasi muda sehingga praktik pembelajaran menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan pengetahuan tersebut.

Praktik langsung untuk santriwati seperti pengurusan jenazah menjadi ruang belajar memahami materi fikih sekaligus melatih kesiapan ketika nantinya hidup dan berinteraksi di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk pembelajaran yang menanamkan kepedulian, empati, dan rasa tanggung jawab terhadap sesama.