Tahap pendampingan penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) diawali dengan Seminar dan Motivasi Kepenulisan yang diikuti santri kelas IX SMA IT Shohwatul Is’ad pada Senin (20/7). Kegiatan ini menjadi pembekalan awal untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai proses penulisan sekaligus menumbuhkan kesiapan dan semangat santri sebelum memasuki tahapan penyusunan karya ilmiah.
Seminar menghadirkan Kepala SMP IT Shohwatul Is’ad, Ustadz Achmad Sochabat, S.Pd., M.Pd., Gr., sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, ia mengajak santri memandang penulisan karya ilmiah sebagai proses belajar yang menuntut ketekunan, kemampuan berpikir sistematis, serta kemauan untuk terus mengembangkan gagasan. Ia juga memaparkan alur penyusunan KTI agar santri memiliki gambaran yang utuh sebelum memasuki tahap pendampingan.
Melalui kegiatan ini, santri didorong untuk semakin termotivasi menghasilkan karya tulis ilmiah yang berkualitas dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, maupun Bahasa Arab. Pembekalan tersebut diharapkan menjadi bekal awal agar setiap peserta mampu mengikuti seluruh tahapan penulisan dengan lebih percaya diri dan terarah.
Program motivasi kepenulisan ini telah dilaksanakan sebanyak dua kali sebagai bagian dari rangkaian pembinaan sebelum pendampingan KTI dimulai. Tahap ini dirancang untuk memperkenalkan arah program sekaligus membangun kesiapan mental santri sehingga mereka memahami proses yang akan dilalui sejak awal hingga penyelesaian karya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ustadz Firdaus, S.Pd., Gr., berharap kegiatan ini mampu memupuk semangat dan keseriusan santri dalam mengikuti program KTI.
“Kami berharap kegiatan ini mampu memupuk semangat dan keseriusan santri. Mereka dapat berlomba-lomba meluruskan niat sejak awal sehingga mampu menjalani seluruh proses penyusunan KTI dengan baik dan menghasilkan karya terbaik pada akhir pelaporan,” ujarnya.
Pembinaan yang dilakukan secara bertahap ini menjadi ikhtiar sekolah untuk memastikan setiap santri memasuki proses penyusunan KTI dengan kesiapan yang matang, baik dari sisi motivasi maupun pemahaman. Dengan demikian, karya ilmiah yang dihasilkan diharapkan tidak hanya memenuhi tuntutan akademik, tetapi juga mencerminkan kemampuan berpikir kritis, kedalaman analisis, serta budaya literasi yang terus tumbuh di kalangan santri.