Peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilepaskan dari upaya belajar secara langsung dari lembaga yang telah memiliki sistem yang mapan. Oleh karena itu, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 30 Sidenreng Rappang menginisiasi kegiatan studi tiru ke PPMI Shohwatul Is’ad sebagai langkah konkret dalam memperkuat tata kelola pendidikan yang terintegrasi antara akademik dan pembinaan karakter.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (28/4), bertempat di lingkungan PPMI Shohwatul Is’ad. Rombongan dipimpin oleh Kepala SRMP 30 Sidrap, Bapak Budiman, bersama 11 peserta lainnya yang terdiri atas wakil kepala sekolah dan para guru. Kehadiran rombongan ini menjadi bagian dari upaya membangun wawasan dan pengalaman baru dalam pengelolaan pendidikan berbasis asrama.
Setibanya di lokasi, rombongan disambut dengan hangat oleh jajaran pimpinan PPMI Shohwatul Is’ad, yang terdiri atas Kepala SMP/SMA IT Shohwatul Is’ad, Kepala Kesantrian Putri, serta struktural SMP IT Shohwatul Is’ad. Suasana penyambutan berlangsung penuh keakraban, sekaligus menunjukkan keterbukaan pihak pesantren dalam menjalin kerja sama edukatif.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan profil lembaga yang memberikan gambaran menyeluruh tentang sistem pendidikan di PPMI Shohwatul Is’ad. Dalam kesempatan tersebut, pihak pesantren menyampaikan komitmennya untuk berbagi praktik baik, mulai dari penerapan kurikulum terpadu, sistem pembinaan karakter santri, hingga manajemen kelembagaan yang berorientasi pada pembentukan insan ulul albab.
Sejalan dengan hal itu, Bapak Budiawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan ini tidak hanya bersifat formalitas, melainkan menjadi ruang belajar yang diharapkan mampu memberikan inspirasi nyata. Ia juga menambahkan bahwa pengalaman yang diperoleh dari kegiatan ini akan menjadi bahan refleksi untuk pengembangan sistem pendidikan di SRMP 30 Sidrap, khususnya dalam penguatan karakter peserta didik.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang memungkinkan kedua belah pihak saling bertukar gagasan. Setelah itu, rombongan melakukan observasi langsung terhadap lingkungan pesantren serta meninjau proses pembelajaran dan aktivitas kesantrian. Antusiasme peserta terlihat jelas, terutama saat menyaksikan secara langsung sistem pembinaan 24 jam yang menjadi ciri khas PPMI Shohwatul Is’ad.