Turnamen Mini Soccer se-Kabupaten Pangkep yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menjadi ruang kompetitif bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Pada ajang yang diikuti puluhan tim dari berbagai SMP ini, SMP IT Shohwatul Is’ad berhasil mencuri perhatian dengan capaian Juara 3, sekaligus memperlihatkan perkembangan signifikan dalam pembinaan olahraga di lingkungan pesantren.

Prestasi ini tidak datang secara tiba-tiba. Tim Shohwatul Is’ad yang selama ini aktif berlatih melalui ekstrakurikuler sepak bola telah membangun rutinitas latihan yang terstruktur. Coach Ramli, pelatih sekaligus pendamping tim, menegaskan bahwa kekuatan tim ada pada komitmen dan kemauan belajar para santri.
“Mereka bukan hanya datang untuk bermain, tetapi sungguh-sungguh ingin berkembang. Latihan rutin yang kami jalankan selama ini membantu mereka memahami dasar permainan, membaca situasi lapangan, dan bekerja sama sebagai satu unit,” tuturnya.

Pendekatan latihan yang tidak berorientasi pada hasil instan terbukti membuahkan dampak. Setiap pertandingan pada turnamen ini menunjukkan peningkatan kualitas permainan—dari bagaimana tim mengatur ritme hingga kemampuan bertahan dan melakukan serangan balik.

Bagi Ustadz Firdaus selaku pembina kesiswaan, keikutsertaan santri dalam event semacam ini adalah bagian dari pendidikan karakter. Ia memandang kompetisi olahraga sebagai wadah penting untuk memperkuat mental, keberanian, dan kemampuan mengambil keputusan.

“Alhamdulillah kegiatan berlangsung baik. Selain prestasi, yang lebih penting adalah pengalaman yang mereka dapatkan. Bermain di turnamen seperti ini membentuk karakter positif, melatih rasa percaya diri, dan memperluas wawasan mereka,” ungkapnya.

Menurutnya, penguatan karakter melalui olahraga menjadi nilai tambah yang selaras dengan pendidikan di SMP IT Shohwatul Is’ad, yang tidak hanya fokus pada akademik dan keagamaan, tetapi juga pada pengembangan bakat dan minat santri.