Upaya peningkatan mutu akademik terus dilakukan SMA IT Shohwatul Is’ad melalui penguatan kompetensi bahasa asing. Pada Kamis (26/2), sebanyak 20 santri kelas XII mengikuti English Proficiency Test (ETP) yang dilaksanakan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin bekerja sama dengan Pusat Bahasa Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi institusi dalam memastikan standar kemahiran bahasa Inggris lulusan berada pada level terukur dan kredibel.

Pelaksanaan tes dilakukan di lingkungan akademik perguruan tinggi, memberikan pengalaman autentik kepada santri dalam menghadapi ujian berstandar eksternal. Dengan pendampingan guru Bahasa Inggris, peserta mengikuti rangkaian tes yang dirancang untuk menguji kemampuan memahami teks lisan, membaca wacana akademik, serta penguasaan struktur dan tata bahasa.

Secara akademik, tes kemahiran bahasa Inggris memiliki fungsi diagnostik sekaligus verifikatif. Fungsi diagnostik terlihat pada kemampuannya memetakan capaian belajar siswa selama masa pendidikan. Sementara itu, fungsi verifikatif hadir melalui legitimasi eksternal yang diberikan oleh lembaga penguji. Dalam konteks ini, pelaksanaan ETP di institusi perguruan tinggi memperkuat validitas hasil pengukuran dibandingkan asesmen berbasis internal saja.

Sebelum mengikuti ETP di Unhas, para santri telah menjalani tes internal di tingkat sekolah. Tahapan ini menjadi prasyarat kelulusan dalam bidang bahasa Inggris sekaligus mekanisme penyaringan kesiapan peserta. Model evaluasi bertingkat tersebut menunjukkan pendekatan sistematis dalam penjaminan mutu pendidikan: asesmen internal berperan sebagai kontrol kualitas awal, sedangkan asesmen eksternal menjadi penguatan standar capaian akhir.

Kolaborasi antara SMA IT Shohwatul Is’ad dan Pusat Bahasa Universitas Hasanuddin juga mencerminkan pentingnya sinergi antarjenjang pendidikan. Kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada hasil tes, tetapi juga membuka ruang interaksi akademik yang lebih luas bagi santri. Pengalaman mengikuti ujian di lingkungan kampus memberi gambaran nyata tentang kultur akademik perguruan tinggi yang akan mereka hadapi setelah lulus.