Untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan dekat dengan realitas dunia usaha, santri kelas 11 SMA IT Shohwatul Is’ad melaksanakan kunjungan industri ke kantor dan pabrik Amanda Brownies Makassar. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi para santri untuk melihat dari dekat bagaimana sebuah brand kuliner besar dibangun dengan kerja keras, inovasi, dan manajemen yang profesional.

Suasana antusias terlihat sejak awal kedatangan. Para santri disambut langsung oleh Manajer Area Makassar dan Papua Amanda Brownies, yang kemudian mengajak mereka memahami perjalanan panjang Amanda Brownies hingga dikenal luas seperti sekarang. Mulai dari sejarah pendirian, pengembangan produk, hingga strategi bisnis yang membuat merek ini terus berkembang dari waktu ke waktu.

Ketertarikan santri semakin bertambah saat mereka diajak memasuki area produksi. Di tempat inilah mereka menyaksikan langsung proses pembuatan brownies yang selama ini hanya mereka lihat sebagai produk jadi. Santri melihat tahap demi tahap pemilihan bahan baku terbaik, proses pencampuran adonan, pengovenan yang membutuhkan ketepatan waktu, hingga pengemasan higienis yang menjaga kualitas produk tetap terjaga. Penjelasan tersebut memberi mereka gambaran nyata bahwa kesuksesan sebuah produk lahir dari ketelitian dan standar kerja yang konsisten.

Tidak berhenti di proses produksi, Amanda Brownies juga memberikan materi tentang strategi pemasaran modern, manajemen penjualan, serta penguatan brand di tengah persaingan industri kuliner yang terus berkembang. Sesi diskusi berlangsung dinamis. Banyak santri yang bertanya mengenai peluang bisnis, ide usaha kreatif, hingga kiat membangun kepercayaan pelanggan.

Ustadzah Mirtati selaku guru pendamping menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian outing class yang dirancang untuk memperluas wawasan santri. “Kami ingin santri belajar bukan dari buku saja, tetapi dari pengalaman langsung. Ketika mereka melihat sendiri bagaimana dunia industri bergerak, mereka akan memahami bahwa kesuksesan membutuhkan kerja keras dan keberanian untuk berinovasi,” ujarnya.

Melalui visit edukatif ini, santri kelas 11 tidak hanya mendapatkan ilmu baru tentang manajemen industri dan kewirausahaan, tetapi juga inspirasi untuk membangun mental kreatif dan berani mencoba.