Setiap santri memiliki titik awal perjalanan yang berbeda dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an dan Pondok Pesantren Modern Islam Shohwatul Is’ad menyambut perbedaan tersebut dengan pendekatan yang terstruktur serta penuh perhatian sejak awal. Perjalanan pembelajaran ini dimulai saat seleksi penerimaan santri baru melalui tes pemetaan kemampuan membaca Al-Qur’an secara langsung. Pemetaan awal ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman santri secara objektif sehingga pengelompokan kelas dapat dilakukan secara tepat sasaran tanpa membuat santri merasa minder atau canggung.

Bagi santri yang masih berada di tingkat pemula, pesantren menghadirkan wadah khusus bernama program BBQ (Belajar Baca Qur’an). Program unggulan ini menjadi penegas adanya komitmen PPMI Shohwatul Is’ad bahwa pembelajaran Al-Qur’an tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang ingin melakukan tahsin atau tahfidz, melainkan juga merangkul santri yang baru belajar dari tingkat paling dasar. Kehadiran program ini memastikan seluruh santri mendapatkan perhatian yang seimbang sesuai kebutuhan belajar masing-masing.

Dalam pelaksanaannya, santri program BBQ dibimbing secara bertahap mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, pembetulan makhraj, hingga pemahaman dasar-dasar tajwid praktis. Proses pembelajaran menerapkan metode yang ramah, interaktif, dan bertahap sehingga dapat disesuaikan dengan kecepatan belajar setiap santri. Pendekatan personal ini terbukti efektif menciptakan suasana belajar yang aman, kondusif, serta bebas dari tekanan yang secara perlahan menumbuhkan kepercayaan diri dan rasa cinta santri terhadap Al-Qur’an.

Pada akhirnya, penguasaan dasar membaca Al-Qur’an yang kuat melalui program BBQ menjadi fondasi penting bagi perkembangan akademik dan spiritual santri. Setelah lulus dari program dasar ini dengan lancar dan benar, santri memiliki kesiapan yang matang untuk melangkah ke jenjang penyempurnaan bacaan maupun program hafalan Al-Qur’an. PPMI Shohwatul Is’ad percaya bahwa tidak ada kata terlambat untuk mulai belajar dan melalui bimbingan yang telaten, setiap santri dapat membaca Kalam Allah dengan fasih, benar, serta penuh percaya diri.