Pembelajaran bahasa Arab di pesantren merupakan bagian penting dalam membangun kemampuan literasi sekaligus komunikasi santri. Di PPMI Shohwatul Is’ad, proses ini diperkuat dengan penggunaan Al-Qira’ah Al-Rasyidah sebagai salah satu kitab rujukan utama. Kitab ini tidak hanya berfungsi sebagai bahan bacaan, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk melatih pemahaman teks dan kemampuan menyampaikan isi bacaan secara lisan. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Arab diarahkan tidak sekadar pada aspek teoritis, tetapi juga pada praktik berbahasa yang aplikatif.
Secara metodologis, Qira’ah Rasyidah menyajikan teks-teks bacaan yang tersusun secara bertahap, mulai dari kalimat sederhana hingga narasi yang lebih kompleks. Struktur ini memungkinkan santriwati untuk membangun pemahaman secara sistematis. Selain itu, teks dalam kitab ini sarat dengan nilai moral dan kisah inspiratif, sehingga tidak hanya memperkaya kosakata, tetapi juga membentuk karakter. Dengan pendekatan ini, pembelajaran bahasa Arab tidak lagi bersifat kaku, melainkan kontekstual dan bermakna.
Di PPMI Shohwatul Is’ad, pembelajaran kitab ini dilaksanakan secara terstruktur, yaitu pada malam hari dan berlangsung sepekan sekali di setiap tingkatan kelas. Waktu pelaksanaan pada malam hari dipilih untuk menciptakan suasana belajar yang lebih tenang dan kondusif, sehingga santriwati dapat lebih fokus dalam memahami teks. Sementara itu, frekuensi yang konsisten setiap pekan memberikan ruang bagi proses penguatan materi secara bertahap sesuai dengan level kemampuan masing-masing santriwati.
Menariknya, pembelajaran kitab ini tidak berhenti pada kegiatan membaca dan menerjemahkan. Para santriwati dilatih untuk mengembangkan kemampuan berbicara melalui aktivitas seperti menceritakan kembali isi bacaan, presentasi singkat, hingga dramatisasi cerita. Pendekatan ini menjadikan teks sebagai stimulus untuk melatih keberanian tampil dan kemampuan menyampaikan gagasan di depan publik. Dengan demikian, Qira’ah Rasyidah berfungsi ganda, yaitu sebagai bahan ajar membaca sekaligus media latihan public speaking.
Dengan demikian, penggunaan Qira’ah Rasyidah di PPMI Shohwatul Is’ad merupakan bentuk inovasi dalam pembelajaran bahasa Arab yang adaptif dan relevan. Kitab klasik ini tidak hanya dipertahankan sebagai tradisi keilmuan, tetapi juga dikembangkan menjadi sarana pembelajaran yang dinamis. Melalui pendekatan ini, santriwati diharapkan mampu menguasai bahasa Arab secara komprehensif, sekaligus memiliki keterampilan komunikasi yang baik sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.