Kemampuan berbicara di depan umum menjadi bagian penting dalam pendidikan santri. Sebab, pemahaman terhadap Al-Qur’an tidak hanya dijaga melalui hafalan dan bacaan, tetapi juga melalui kemampuan menyampaikan isi dan pesan-pesannya kepada masyarakat dengan bahasa yang terarah dan mudah dipahami. Karena itu, latihan dakwah dan komunikasi perlu dibiasakan sejak dini di lingkungan pesantren.
Semangat tersebut terlihat dalam pelaksanaan Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) 2026 yang diselenggarakan Kesantrian Putra PPMI Shohwatul Is’ad. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan diikuti delapan tim dari jenjang SMP dan SMA.
Dalam perlombaan tersebut, setiap tim menampilkan syarhil Qur’an secara berkelompok dengan pembagian peran yang saling melengkapi. Ada yang membacakan ayat, menerjemahkan, hingga menyampaikan isi materi secara bergantian. Penampilan para peserta menunjukkan kesiapan latihan, kekompakan tim, serta keberanian menyampaikan pesan-pesan Al-Qur’an di hadapan dewan juri dan peserta lainnya.
Masing-masing tim berusaha menampilkan penyampaian materi yang jelas dan terstruktur. Tidak sedikit peserta yang mampu menghubungkan kandungan ayat dengan persoalan kehidupan sehari-hari, sehingga isi syarhil yang disampaikan terasa dekat dengan realitas yang dihadapi masa kini.
Pada tingkat SMA, Juara 1 diraih oleh kelas 11A yang terdiri atas Abyadh Rafif Zuhud, Muhammad Abdillah, dan Muh. Alif Hidayah. Sementara pada tingkat SMP, Juara 1 diraih oleh kelas 7 Tahfidz dengan anggota Rehansyah Abdillah, Muh. Alfath Saing, dan Muwanhar Rasyid Mustakim.
Adapun Juara 2 tingkat SMP diraih oleh kelas 7A yang beranggotakan Dafa Putra Damri, Muhammad Daffa Ibnu Athallah Rauf, dan A. Wira Mahardika Batara. Sedangkan Juara 3 diraih oleh kelas 7B dengan anggota Nabil Wahyu Kurniawan, Andi Muhammad Arnold, dan Gilang Langit Ramadhan.
Dalam hal pelaksanaan kegiatan ini, pihak panitia dari Kesantrian Putra PPMI Shohwatul Is’ad menuturkan bahwa aktivitas di dalam pesantren telah dirancang tidak hanya untuk menghadirkan perlombaan antarkelas yang menumbuhkan jiwa kompetitif, namun juga menjadi wadah pembiasaan bagi santri untuk berani tampil, menyusun materi dakwah secara sistematis, serta menyampaikan nilai-nilai Al-Qur’an dengan baik di tengah masyarakat kelak.