Oleh Ustadz Ishaq Abdul Azis, Lc,. Gr.
Mengucapkan cinta kepada Rasulullah ﷺ memang mudah. Nama beliau dapat disebut dalam doa, salawat dapat dilantunkan, bahkan kisah kehidupan beliau dapat diceritakan berulang kali. Namun, cinta yang sebenarnya tidak cukup hanya terdengar dari lisan. Ia perlu terlihat dalam cara seseorang menjalani kehidupan.
Cinta kepada Rasulullah ﷺ bukan sekadar rasa kagum kepada sosok yang mulia, tetapi juga dorongan untuk mengikuti ajaran dan meneladani kehidupan beliau. Allah سبحانه وتعالى berfirman:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ
“Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian.”
(QS. Ali ‘Imran: 31)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya memiliki bukti yang nyata, yaitu mengikuti petunjuk yang telah diajarkan. Lalu, seperti apa cinta kepada Rasulullah ﷺ yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari?
1. Menghidupkan Sunnah Rasulullah ﷺ
Bukti pertama adalah menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ. Mencintai beliau bukan hanya dengan mengenang sejarah kehidupan atau kelahiran beliau, tetapi dengan berusaha mengikuti apa yang beliau ajarkan.
Sunnah dapat dihidupkan melalui berbagai kebiasaan sederhana. Menjaga salat, membaca Al-Qur’an, berkata jujur, menepati janji, menghormati orang tua, menyayangi yang lebih muda, menghormati yang lebih tua, menjaga kebersihan, serta membiasakan salam dan senyum merupakan bagian dari upaya meneladani Rasulullah ﷺ.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ أَحْيَا سُنَّتِي فَقَدْ أَحَبَّنِي، وَمَنْ أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الْجَنَّةِ
“Barang siapa menghidupkan sunnahku, maka sungguh ia telah mencintaiku. Dan barang siapa mencintaiku, ia akan bersamaku di surga.”
Hadis tersebut mengajarkan bahwa cinta kepada Rasulullah ﷺ semestinya melahirkan keinginan untuk mengikuti beliau. Karena itu, jangan sampai kita mengaku mencintai Rasulullah ﷺ, tetapi sunnah beliau justru semakin jauh dari kehidupan kita.
2. Memperbaiki Akhlak
Cinta kepada Rasulullah ﷺ juga harus terlihat dari akhlak. Rasulullah ﷺ merupakan teladan utama dalam kemuliaan budi pekerti. Allah سبحانه وتعالى berfirman:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.”
(QS. Al-Qalam: 4)
Rasulullah ﷺ tidak hanya mengajarkan ibadah, tetapi juga menunjukkan bagaimana seorang muslim seharusnya memperlakukan orang lain. Beliau mengajarkan kejujuran, kesabaran, kerendahan hati, kasih sayang, sikap memaafkan, serta pentingnya menjaga lisan dan tidak menyakiti sesama.
Karena itu, semakin seseorang mencintai Rasulullah ﷺ, seharusnya semakin baik pula akhlaknya. Jangan sampai seseorang rajin bersalawat, tetapi masih gemar menghina. Jangan sampai mengaku mencintai Rasulullah ﷺ, tetapi mudah marah, suka berdusta, menyakiti teman, atau merendahkan orang lain.
Cinta yang benar seharusnya menghadirkan perubahan. Bukan hanya membuat seseorang lebih banyak berbicara tentang Rasulullah ﷺ, tetapi juga membuatnya semakin mampu meneladani akhlak beliau.
3. Memperbanyak Salawat
Bukti cinta yang ketiga adalah memperbanyak salawat kepada Rasulullah ﷺ. Allah سبحانه وتعالى berfirman:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.”
(QS. Al-Ahzab: 56)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا
“Barang siapa bersalawat kepadaku satu kali, Allah akan bersalawat kepadanya sepuluh kali.”
(HR. Muslim)
Karena itu, biasakan lisan kita dengan salawat. Ketika nama Rasulullah ﷺ disebut, jangan hanya diam. Ucapkan:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ ﷺ
Salawat dapat dibiasakan pada waktu luang, setelah salat, pada hari Jumat, ketika menghadiri majelis ilmu, dan dalam berbagai kesempatan lainnya. Dengan memperbanyak salawat, kita tidak hanya membiasakan lisan dengan kebaikan, tetapi juga mengingat kembali sosok yang menjadi teladan utama dalam kehidupan seorang muslim.
Cinta yang Harus Dibuktikan
Pada akhirnya, mencintai Rasulullah ﷺ bukanlah tentang seberapa sering kita mengucapkannya, melainkan seberapa jauh cinta itu memengaruhi kehidupan kita. Cinta itu terlihat ketika sunnah beliau berusaha kita hidupkan, akhlak kita terus diperbaiki, dan lisan kita dibiasakan bersalawat.
Tiga hal tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, ia dapat menjadi jalan untuk menghadirkan keteladanan Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari.
Maka, mari bertanya kepada diri sendiri: jika kita benar-benar mencintai Rasulullah ﷺ, sudah sejauh mana cinta itu terlihat dalam kehidupan kita? Sebab, cinta yang sejati tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi dibuktikan melalui amal dan akhlak.