Bullying menjadi perhatian dalam pembinaan santri putri SMP/SMA IT Shohwatul Is’ad. Fenomena yang dapat bermula dari ejekan, candaan, hingga pengucilan itu dibahas secara khusus dalam Program Klinik Disiplin yang menghadirkan psikolog pondok, Mis Nur Linda Sari, S.Psi., Psikolog, di Musala Safa Annisa, Sabtu (26/9).

Kegiatan yang dilaksanakan Komdisdab tersebut mengajak santri memahami bullying secara lebih utuh, mulai dari bentuk-bentuk perundungan hingga dampaknya terhadap individu dan lingkungan sosial. Pemahaman ini penting agar santri mampu membedakan interaksi yang sehat dengan perilaku yang berpotensi merugikan orang lain.

Dalam pemaparannya, Mis Linda membahas fenomena bullying sebagai persoalan yang perlu dikenali sejak dini. Santri didorong untuk lebih peka terhadap perilaku di lingkungan pertemanan serta memahami pentingnya menghargai perasaan dan batas orang lain.P

embahasan bullying menjadi bagian dari pendekatan pembinaan dalam Program Klinik Disiplin. Kedisiplinan tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menyangkut cara santri berperilaku, berinteraksi, dan bertanggung jawab atas dampak tindakannya terhadap orang lain.

Kegiatan tersebut diikuti santri putri SMP/SMA IT Shohwatul Is’ad dengan pendampingan pihak kesiswaan dan wali kelas. Melalui pembekalan psikologis ini, santri diharapkan memiliki kesadaran yang lebih kuat untuk mencegah perundungan dan membangun lingkungan pendidikan serta asrama yang aman dan saling menghargai.