Setiap pesantren memiliki cara tersendiri dalam membina santri melalui organisasi. Pertemuan antarpelajar dari lingkungan pesantren yang berbeda menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman, bertukar gagasan, dan memperluas wawasan mengenai kepemimpinan serta pengelolaan organisasi.
Kesempatan tersebut terwujud melalui kunjungan Organisasi Pelajar Rahmatul Asri (OPRA) Pondok Pesantren Rahmatul Asri Enrekang, Sulawesi Selatan, ke PPMI Shohwatul Is’ad pada Rabu (2/9). Sebanyak 68 orang yang terdiri atas pembina dan santri OPRA periode 2026/2027 hadir dalam kunjungan tersebut dan diterima oleh langsung oleh Direktur Kepondokan, Humas, serta anggota Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Shohwatul Is’ad (OP3MISI).
Penyambutan tersebut menjadi awal interaksi antara kedua organisasi pelajar. OPRA dan OP3MISI kemudian memiliki ruang untuk mengenal aktivitas organisasi di lingkungan masing-masing, termasuk bagaimana para santri menjalankan tanggung jawab dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan pondok.
Interaksi antarkedua organisasi memberikan kesempatan bagi santri untuk melihat praktik organisasi dari sudut pandang yang berbeda. Pengalaman tersebut dapat menjadi bahan refleksi dalam memahami pentingnya perencanaan, kerja sama, komunikasi, dan tanggung jawab dalam menjalankan sebuah organisasi.
Bagi santri, pengalaman semacam ini memiliki peran dalam membentuk kepemimpinan yang tumbuh dari proses nyata. Mereka belajar bahwa menjalankan organisasi membutuhkan kemampuan bekerja bersama, mengambil keputusan, menyelesaikan tanggung jawab, serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan lingkungan.
Kunjungan OPRA ke Shohwatul Is’ad pun menjadi bagian dari upaya membangun jejaring positif antarpelajar pesantren. Relasi yang terjalin melalui organisasi diharapkan dapat berkembang menjadi ruang kolaborasi dan pertukaran praktik baik bagi kedua lembaga pada masa mendatang.

