Perlindungan terhadap perempuan dan anak menjadi salah satu prasyarat penting dalam mewujudkan generasi yang sehat, berdaya, dan berakhlak. Di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang, edukasi mengenai pencegahan kekerasan, eksploitasi, hingga pernikahan usia anak menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Berangkat dari kepentingan tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan (KtP), Kekerasan Terhadap Anak (KtA), Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), dan Pernikahan Usia Anak di Masjid Buq’atul Ilmi PPMI Shohwatul Is’ad, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh para santri sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi dan kesadaran hukum sejak dini. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai bentuk kekerasan yang rentan dialami perempuan dan anak, modus perdagangan orang, dampak pernikahan usia anak, serta konsekuensi yang dapat timbul ketika seorang anak berhadapan dengan proses hukum.

Selain memberikan pemahaman mengenai bentuk dan dampak pelanggaran terhadap hak perempuan dan anak, peserta juga diajak untuk mengenali langkah-langkah pencegahan serta pentingnya membangun lingkungan yang aman dan saling melindungi. Edukasi ini menjadi bekal penting bagi santri dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan terkait fenomena yang kerap ditemukan di lingkungan sekitar, menunjukkan tingginya perhatian santri terhadap isu perlindungan perempuan dan anak.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala SMP IT Shohwatul Is’ad, Ahmad Sochabat, S.Pd., M.Pd., Gr., yang menyambut baik pelaksanaan sosialisasi ini. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan yang sangat berharga bagi para santri khususnya dan civitas pondok pada umumnya mengenai pentingnya keamanan dan perlindungan terhadap anak.

“Saya sangat senang dengan adanya sosialisasi ini karena memberikan insight kepada santri dan seluruh civitas pondok tentang betapa pentingnya keamanan dan perlindungan bagi anak-anak. Kegiatan ini juga memberikan dampak yang sangat baik sebagai langkah pencegahan dini sekaligus menambah pengetahuan baru bagi kami,” ungkapnya.