Bagaimana jika kegiatan organisasi menjadi kesempatan bagi santri untuk belajar mengelola usaha secara langsung? Hal tersebut diwujudkan melalui program bazar makanan yang diselenggarakan oleh OSIS SMP IT Shohwatul Is’ad sebagai bagian dari program kerja sekaligus sarana pembelajaran bagi santri.
Bazar dilaksanakan oleh OSIS putra dan putri di lokasi yang berbeda. OSIS putri menyelenggarakan bazar pada Jumat, sedangkan OSIS putra melaksanakan kegiatan serupa pada Ahad di sela-sela kegiatan ekstrakurikuler. Meskipun dilaksanakan pada waktu dan lokasi yang berbeda, kedua kegiatan tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan pengalaman kepada santri untuk mengembangkan keterampilan kewirausahaan sekaligus kemampuan bekerja sama.
Dalam pelaksanaannya, santri terlibat dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari menentukan produk, menyiapkan kebutuhan bazar, membagi tugas, hingga melayani pembeli. Proses tersebut mendorong santri untuk mengembangkan kreativitas dalam menentukan dan menyajikan produk, sekaligus melatih tanggung jawab terhadap tugas yang telah diberikan.
Bazar juga menjadi sarana bagi santri untuk mengasah kemampuan komunikasi dan pelayanan. Interaksi dengan pembeli memberikan pengalaman bagi mereka untuk menyampaikan informasi tentang produk, membangun kepercayaan, serta memberikan pelayanan dengan sikap yang baik.
Di sisi lain, pengelolaan bazar mengajarkan santri tentang pentingnya perencanaan dan kemandirian. Mereka belajar mempertimbangkan kebutuhan kegiatan, mengatur pembagian pekerjaan, menyelesaikan tugas sesuai tanggung jawab, serta mengambil keputusan bersama selama kegiatan berlangsung.


