Sebanyak 122 santri jenjang akhir SMP dan SMA IT Shohwatul Is’ad mengikuti evaluasi capaian hafalan Al-Qur’an yang dilaksanakan pada Selasa hingga Kamis, 2-5 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam mengukur kualitas hafalan para santri sebelum mereka menyelesaikan masa pendidikan di pesantren.

Dalam evaluasi tersebut, para santri diuji hafalan wajib sebanyak tiga juz Al-Qur’an. Kategori juz yang diujikan dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan, sehingga santri tingkat SMP dan SMA memiliki cakupan juz yang berbeda sesuai dengan target capaian hafalan yang telah ditetapkan oleh pesantren.

Proses evaluasi dilakukan secara menyeluruh dengan mengacu pada lima indikator penilaian utama, yakni kelancaran bacaan, ketepatan menyambung ayat, penguasaan tajwid, ketepatan makhraj huruf, serta fashoha atau keindahan pelafalan Al-Qur’an. Melalui indikator tersebut, para penguji tidak hanya menilai banyaknya hafalan, tetapi juga kualitas bacaan serta ketepatan dalam menjaga kaidah tilawah.

Adapun jumlah peserta evaluasi tahun ini terdiri atas 80 santri putra dan 42 santri putri. Selama proses evaluasi berlangsung, para santri diuji secara langsung oleh para penguji untuk memastikan hafalan yang dimiliki benar-benar kuat, tersambung dengan baik, serta sesuai dengan kaidah bacaan Al-Qur’an yang benar.

Evaluasi capaian hafalan ini menjadi bagian dari tradisi akademik pesantren dalam menjaga mutu pembinaan tahfiz Al-Qur’an. Bagi santri jenjang akhir, momen ini sekaligus menjadi tahap penting sebelum mereka menuntaskan masa pendidikan dan melanjutkan perjalanan ke jenjang berikutnya.

Setelah proses evaluasi selesai, para santri yang dinyatakan lulus akan mengikuti kegiatan Lailatu Asy Syahadah wal Takrim, yaitu momentum pemberian penghargaan sekaligus perayaan atas capaian hafalan Al-Qur’an para santri. Kegiatan ini dilaksanakan secara terpisah antara santri putra dan santri putri sebagai bentuk penghormatan atas kesungguhan mereka dalam menjaga kalamullah selama menempuh pendidikan di pesantren.