Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di PPMI Shohwatul Is’ad, Senin (17/8), menjadi momentum bagi santri untuk memaknai kembali bentuk perjuangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Pesan itu disampaikan Dr. Moh. Hatta Abdul Fattah, Lc., MA. saat bertindak sebagai pembina upacara. Ia mengingatkan bahwa medan perjuangan generasi saat ini telah berubah. Jika para pendahulu berjuang merebut kemerdekaan dengan bambu runcing, generasi sekarang menghadapi tantangan yang berbeda.
“Perjuangan yang kita hadapi saat ini tidak lagi dengan menggunakan bambu runcing. Kita menghadapi era di mana teknologi sedang berkembang pesat. Oleh karena itu, ilmu yang kita peroleh adalah senjata terkuat yang kita miliki saat ini,” ujarnya dalam amanat upacara.
Menurut Hatta, perubahan bentuk perjuangan tersebut tidak berarti semangat perjuangan ikut berubah. Justru, generasi muda perlu menyesuaikan bekal perjuangannya dengan tantangan zaman. Penguasaan ilmu dan teknologi menjadi penting agar kemerdekaan tidak berhenti sebagai warisan sejarah, tetapi dapat diisi dengan kemampuan dan karya yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Hal itu menempatkan pendidikan sebagai bagian penting dalam mengisi kemerdekaan. Bagi santri, proses belajar bukan hanya untuk mencapai keberhasilan akademik, melainkan juga mempersiapkan diri agar mampu menghadapi perubahan, menguasai teknologi, dan mengambil peran dalam kehidupan bangsa.
Upacara tersebut diikuti seluruh pegawai dan santri PPMI Shohwatul Is’ad. Santri kelas XII bertindak sebagai petugas upacara, memberikan pengalaman langsung dalam menjalankan tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepemimpinan.
Peringatan HUT ke-81 RI dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” itu sekaligus menegaskan bahwa perjuangan generasi masa kini memiliki medan dan tantangan yang berbeda. Jika dahulu perjuangan diwujudkan dengan senjata untuk merebut kemerdekaan, kini ilmu, adab, penguasaan teknologi, dan pengabdian menjadi kekuatan untuk mempertahankan sekaligus mengisi kemerdekaan.