Sehari keluar dari lingkungan pondok dimanfaatkan santri putri kelas VIIC untuk mendapatkan pengalaman belajar sekaligus mempererat kebersamaan. Dalam outing class 2026, para santri mengikuti rangkaian kegiatan yang menggabungkan pembelajaran di perpustakaan, rekreasi di Bugis Waterpark, hingga makan malam bersama di Wong Solo.

Didampingi wali kelas dan wali asrama, perjalanan dimulai dengan kunjungan ke perpustakaan. Di sana, santri berkesempatan mengenal dan mencoba sejumlah alat pendukung pembelajaran yang berkaitan dengan materi di sekolah. Listrik statis, simulasi petir, perubahan energi, serta berbagai perangkat edukatif lainnya menjadi bagian dari pengalaman belajar mereka.

Pembelajaran kemudian berlanjut dalam suasana yang berbeda. Para santri menuju Bugis Waterpark untuk menikmati berbagai wahana bersama teman sekelas. Setelah aktivitas rekreatif, perjalanan ditutup dengan makan malam di Wong Solo sebelum rombongan kembali ke pondok.

Bagi sebagian santri, outing class menjadi pengalaman pertama mengikuti perjalanan bersama teman-teman sejak bergabung di Shohwatul Is’ad. Salah satunya Zalva Ufairah Layali, santri asal Polewali Mandar, yang menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru di luar rutinitas pondok.

“Outing pertama saya di Shohwatul Isad merupakan perjalanan yang seru. Dalam perjalanan ini saya dan teman-teman keluar pondok untuk belajar dan bisa mencoba hal baru seperti alat-alat pendukung pembelajaran yang berkaitan dengan mata pelajaran saya di sekolah, seperti listrik statis, simulasi petir, perubahan energi, dan banyak hal lainnya di perpustakaan,” ujar Zalva.

Menurut Zalva, pengalaman tersebut semakin lengkap ketika mereka menghabiskan waktu bersama di Bugis Waterpark. Berbagai wahana menjadi kesempatan bagi santri untuk bersenang-senang dan membangun kebersamaan dengan teman sekelas.

“Di wisata Bugis Waterpark kami juga menemui banyak wahana yang dinikmati bersama dengan sangat menyenangkan,” katanya.

Ia berharap pengalaman serupa dapat kembali hadir dengan kegiatan yang lebih menarik pada outing class berikutnya.

“Semoga outing berikutnya lebih seru lagi,” ujar Zalva.

Rangkaian outing class VIIC menunjukkan bahwa pengalaman belajar tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Perjalanan sehari tersebut mempertemukan unsur edukasi, rekreasi, dan kebersamaan dalam satu kegiatan yang memberikan pengalaman baru bagi para santri.