Pangkep, 12 Agustus 2025-Pertemuan lintas budaya tidak pernah berhenti memberi inspirasi baru bagi dunia pendidikan. Pada 12 Agustus 2025, PPMI Shohwatul Is’ad menerima kunjungan istimewa dari Bapak Ohashi Koichi, Konsuler Jepang, yang hadir dalam rangka menjembatani program kerja sama antara Toyo Foods dan lembaga pendidikan di Indonesia. Agenda ini menjadi kunjungan formal sekaligus dialog yang membuka cakrawala tentang bagaimana praktik pendidikan, khususnya dalam bidang pola makan dan budaya sekolah, dapat melintas batas geografis.

Toyo Foods merupakan perusahaan yang selama ini konsisten mengembangkan model kyūshoku atau istilah Jepang untuk makan siang sekolah dan memiliki perhatian pada penerapan program serupa di sekolah-sekolah Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, pesantren terbaik Shohwatul Is’ad diperkenalkan sebagai sekolah yang direkomendasikan oleh Bapak Ohashi Koichi untuk menjadi mitra awal. Rekomendasi ini menandai pengakuan terhadap reputasi pesantren sebagai lembaga yang serius mengelola pendidikan terpadu, mencakup aspek akademik, sosial, dan budaya.

Suasana diskusi berlangsung dengan penuh keseriusan dan keterbukaan. Shohwatul Is’ad memperkenalkan diri sebagai lembaga pendidikan dengan tradisi pesantren yang kuat, sementara Toyo Foods memaparkan profil perusahaannya serta visi yang ingin diwujudkan melalui program ini. Pembahasan teknis meliputi model pelatihan, bentuk implementasi, serta peran aktif pihak sekolah. Pertemuan ini semakin dinamis karena menggunakan tiga bahasa yakni Indonesia, Inggris, dan Jepang yang difasilitasi langsung dari Bapak Ohashi Koichi, baik dalam pertemuan tatap muka maupun melalui dukungan zoom meeting.

Lebih jauh, kerja sama ini tidak hanya berhenti pada implementasi pola makan sehat di sekolah. Kedatangan Toyo Foods di Shohwatul Is’ad juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi terwujudnya program sister school antara pesantren dengan sekolah-sekolah di Jepang. Melalui program tersebut, pertukaran pelajar dapat berlangsung, memungkinkan santri untuk merasakan pengalaman belajar lintas negara, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai pesantren Indonesia ke kancah global.