Pangkep, 30 Mei 2025 — Demi terciptanya silaturahmi dan koordinasi antara yayasan, orangtua santri, dan Guru Pembina, Pondok Pesantren Modern Islam Shohwatul Is’ad (Shohid) Kabupaten Pangkep menggelar kegiatan Pertemuan 3 Pilar yang dirangkaikan seminar Parental Bonding dan Sharing session yang bertemakan “Sinergi Orang Tua dan Asatiz dalam Mendidik Generasi Islam” pada Jumat, 30 Mei 2025.

Kegiatan ini menghadirkan dokter sekaligus influencer ternama dr. Aisah Dahlan, CMHt., CM.NLP sebagai pembicara utama dan Imam Besar Islamic Center New York Amerika, Dr. H Shamsi Ali, Lc.,MA.,Ph.D.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara orang tua dan para pendidik di PPMI Shohid dalam mendidik generasi muda Islam. Dengan adanya kerja sama yang erat antara kedua belah pihak, diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan mendukung tumbuh kembang santri.

Mengawali kunjungan ke PPMI Shohwatul Is’ad, dokter Aisah Dahlan terpukau dengan fasilitas yang didapatkan santri saat mondok di Shohwatul Is’ad.

“Saya tidak menyangka di pangkep ada pesantren yang sangat indah seperti ini. Suasananya asri dan sangat nyaman. saya serasa di bintaro jakarta”, ucapnya.

Dr. Aisah Dahlan pada materinya tentang pentingnya peran orang tua dalam mendukung pendidikan anak-anak berbasis ilmu agama di dalam suatu lembaga pendidikan.

“Dalam tinjauan neurosain, ternyata banyak alat untuk mendeteksi kerja otak manusia. Cara kerja otak yang memiliki 100 milyar neuron ini, setiap neuron nya mempunyai cara kerja seperti 1 komputer tercanggih di zamannya”, ungkapnya.

Dokter berdarah bugis Rappang & Enrekang ini menekankan bahwa sinergi antara orang tua dan lembaga pendidikan dapat membantu menciptakan generasi muda yang berakhlak mulia, cerdas, dan mandiri.

“Sepatutnya anak kita di titipkan di tempat yang sangat tepat untuk mempelajari Alquran. Seperti sekarang ini, Masya Allah kita titipkan di PPMI Shohwatul Is’ad Pangkep”, tegas Aisah.

Kegiatan Parental Bonding ini juga memberikan kesempatan kepada orang tua untuk berbagi pengalaman dan bertanya langsung kepada dr. Aisah Dahlan tentang bagaimana cara mendidik anak-anak dengan efektif dan membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak.

Tak jauh berbeda dari Aisah Dahlan, Dr Shamsi Ali yang hadir sebagai pembicara lebih kepada pemberian motivasi kepada seluruh santri di PPMI Shohwatul Is’ad.

Dalam sesi sharing tersebut, Direktur Jamaica Muslim Center itu berbagi kisah suksesnya dalam mengislamkan banyak orang di Amerika, termasuk ratusan anggota New York Police Department (NYPD). Beliau menekankan pentingnya memiliki kepercayaan diri, wawasan luas, dan keteladanan dalam berdakwah.

Tak hanya itu, alumni Universitas Islam Internasional Islamabad pakistan itu mengungkapkan sebagai Imam Besar Islamic Centre of New York, dirinya memiliki pengalaman luas dalam komunikasi antaragama dan kegiatan dakwah islam di Amerika serikat. Dan juga berperan aktif dalam membangun kehidupan yang lebih harmonis dan damai.

“Di New York Amerika saya jg bertindak sebagai penghubung antar umat beragama. Orang-orang memeluk islam di Amerika karena melihat betapa tingginya rasa toleransi yang dimiliki umat islam, Sehingga menimbulkan rasa tenang bagi mereka, yang akhirnya hingga saat ini New York merupakan tempat yang paling aman dan tenang di Amerika”, ungkap Ustadz Shamsi Ali.

Pada kesempatan yang sama, Dewan Pakar PPMI Shohwatul Is’ad AR Muhammad Subhan, ST., MT pada sambutannya menjelaskan tentang bagaimana sejarah PPMI Shohid berdiri.

“Kami membangun pondok pesantren ini dengan perjuangan sejak tahun 2005. Dalam merintis, kami membangun sistem pendidikan dengan landasan kurikulum 3H yaitu Heart, Head, dan Hand”, ungkap ustadz subhan sapaan akrabnya.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan peran aktif orang tua dalam mendukung pendidikan anak-anak di Pondok Pesantren Modern Islam Shohwatul Is’ad Kabupaten Pangkep.

Diketahui kegiatan pertemuaan 3 pilar antara orang tua santri dan pihak yayasan Pondok Pesantren Modern Islam Shohwatul Is’ad. Dihadiri juga oleh Pembina yayasan PPMI Shohwatul Is’ad yang juga merupakan CEO BMC Money Changer Dr. KH Masrur Makmur Latanro, M.Pd dan Ketua Yayasan PPMI Shohwatul Is’ad yang juga merupakan Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Yusring Sanusi Baso, SS M.App.,Ling.