Pangkep, 27 Agustus 2025-Kepemimpinan pelajar di lingkungan pesantren dan sekolah merupakan bagian penting dari pendidikan karakter. Organisasi pelajar menjadi wadah pembelajaran praktis bagi santri untuk mengasah tanggung jawab, kemandirian, serta kemampuan manajerial. Karena itu, keberadaan OP3MISI dan OSIS di Shohwatul Is’ad dipandang strategis dalam membentuk generasi muda yang mampu mengintegrasikan nilai keilmuan, kedisiplinan, dan kepemimpinan.

Regenerasi kepemimpinan dimulai dengan pelantikan OP3MISI pada 24-25 Agustus 2025, yang dipimpin oleh Direktur Kepondokan, Ustadz Ishaq, Lc. Dalam kesempatan ini, Akhmad Almer Faqih Salolipu santri asal Palopo dipercaya menjadi Ketua OP3MISI Putra, sementara Talita Ufaira Farras santri asal Jakarta ditetapkan sebagai Ketua OP3MISI Putri. Amanah tersebut menunjukkan pentingnya peran ganda kepemimpinan dalam menjaga ritme kegiatan pesantren dan membina santri di dua lini yang saling melengkapi.

Selanjutnya, kepemimpinan juga diperbarui di tingkat sekolah melalui pelantikan OSIS pada 27 Agustus 2025. Prosesi ini dipimpin oleh Kepala SMA IT Shohwatul Is’ad, Ustadz Rendika Agustinto, Lc., M.A., dengan hasil Almer diangkat sebagai Ketua OSIS dan Talita mendampingi sebagai Wakil Ketua. Penempatan keduanya pada posisi inti organisasi sekolah memperlihatkan kesinambungan peran yang sebelumnya dijalankan di OP3MISI.

Secara struktural, OP3MISI dan OSIS memiliki ruang kerja yang berbeda namun saling menguatkan. OP3MISI berfokus pada kehidupan asrama: menanamkan disiplin, membina tradisi ilmiah, dan mengatur kegiatan kepesantrenan. OSIS menjadi wadah siswa di sekolah formal untuk mengembangkan aspirasi, minat, dan bakat melalui kegiatan akademik maupun nonakademik. Keterlibatan Almer dan Talita pada dua organisasi ini memberi peluang terjalinnya kolaborasi yang lebih utuh antara lingkungan pesantren dan sekolah.

Dengan amanah baru tersebut, Shohwatul Is’ad menaruh harapan agar kepemimpinan Almer dan Talita mampu menghadirkan program yang inovatif, membangun solidaritas, serta menumbuhkan budaya organisasi yang sehat.