Refleksi Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah oleh Ketua Yayasan Shohwatul Is’ad

In Artikelby PPMI Shohwatul Is'adLeave a Comment

PEMENANG KEHIDUPAN

Oleh: Drs. H. Masrur Makmur Latanro, M.Pd.

Seseorang yang bijak pernah ditanya, apakah yang paling membuatmu bingung didalam kehidupan ini? Dan ia pun menjawab, “Manusia” karena dia mengorbankan kesehatannya demi uang lalu dia mengorbankan uangnya demi kesehatannya. Manusia sangat khawatir dengan masa depannya sampai dia tidak sempat menikmati masa kini.

Manusia ini nelangsa, bisa juga seperti simalakama. Dia pesimis menatap hidup di masa depan dan tidak punya sweet memory di masa lampau. Dia hidup seakan-akan selalu berada di persimpangan jalan alias ambigu. Jika suatu saat dipanggil malaikat maut dia akan mati tanpa benar-benar menikmati arti hidup yang sesungguhnya.

Ketika lahir kedua tangan kita kosong. Ketika meninggal kedua tangan kita juga kosong. Waktu datang dan waktu pergi. Kita tidak akan membawa pesan dan kesan apapun.

Sebab itu renungan Tahun Baru Hijriyah Jangan lupa diri karena kaya dan kedudukan. Jangan minder karena miskin dan hina. Bukankah kita semua hanya tamu? Dan semua milik kita hanyalah pinjaman. Tetaplah rendah hati seberapapun tinggi kedudukan kita. Tetaplah percaya diri seberapapun kekurangan kita karena kita hadir tidak membawa apa-apa dan juga kita akan kembali tidak membawa apa-apa. Hanya pahala kebaikan atau dosa kejahatan yang akan kita bawa. Datang ditemani oleh tangis, pergi pun ditemani oleh tangis.

Maka dari itu, tetaplah bersyukur dalam keadaan apa pun, hiduplah disaat yang benar-benar ada dan nyata untuk kita yaitu, saat ini. Bukan dari bayang-bayang masa lalu. Maupun pesimisme masa depan yang juga belum tiba.

Pemenang kehidupan adalah manusia yang tetap sejuk di tempat yang panas. Mereka tetap manis di tempat yang pahit. Mereka tetap merasa kecil walaupun telah menjadi orang besar. Serta tetap tenang walau di tengah badai yang paling hebat sekalipun.
Semoga kita semua menjadi pemenang kehidupan yang sesungguhnya di awal Tahun Baru Hijriyah 1442

Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhahu menyatakan dalam Syair Hikmah

‎  وَلَدَتْكَ أُمُّكَ يَابْنَ آدَمَ بَاكِياً وَالنَّاسُ حَوْلَكَ يَضْحَكُوْنَ سُرُوْرًا فَاجْهَدْ لِنَفْسِكَ أَنْ تَكُوْنَ إِذَا بَكَواْ # فِيْ يَوْمِ مَوْتِكَ ضَاحِكاً مَسْرُوْراً

“Saat bunda melahirkanmu, engkau menangis, sementara orang-orang sekeliling menyambutmu dengan tawa gembira. Berjuanglah, hingga saat mautmu tiba, mereka manangis, sementara engkau tertawa ria.”

Wallahu musta’an

Berbagi informasi kebaikan
  • 52
    Shares

Leave a Comment