Pesan Kemerdekaan Ketua Yayasan Shohwatul Is’ad

In Artikelby PPMI Shohwatul Is'adLeave a Comment

Memaknai Hakikat Kemerdekaan RI ke-75

Oleh: Drs.H. Masrur Makmur, M.Pd

Masih terngiang seruan lantang Al-Faruq Umar bin Khattab ra kepada penguasa zalim dan orang-orang takabbur di muka bumi, mengatakan: “Mengapa kalian menindas orang lain sedangkan mereka dilahirkan dari rahim ibunya dalam keadaan merdeka penuh selama bertahun-tahun?”.

Segala bentuk penindasan dan penjajahan di atas bumi adalah kezaliman dan perbudakan yang tidak manusiawi maka persis seperti hari dirgahayu kemerdekaan Indonesia kemarin, yaitu 75 tahun yang lalu tepatnya hari Jumat, 17 Agustus 1945, the pounding father bangsa ini memproklamirkan kemerdekaan Rakyat Indonesia.

Bangsa kita telah merdeka secara fisik selama 2/3 abad. Begitu pula rakyat Indonesia merdeka berpolitik dengan adanya kebebasan berpendapat. Lahirnya beberapa puluh partai buat menyokong kebijakan publik.

Kita pun bebas secara ekonomi.
Organisasi kerjasama dan pembangunan ekonomi negara-negara maju (OECD), memperkirakan bahwa pada tahun 2045 ekonomi Indonesia akan mencapai U$8,89 triliun dan menjadi ekonomi terbesar ke-4 di dunia. Prediksi tersebut dilatarbelakangi karena pada tahun 2030-2040, Indonesia akan mengalami bonus demografi. Jumlah penduduk Indonesia usia produktif akan mencapai 64% dari total penduduk sekitar 297 juta jiwa.

Data di atas adalah potensi sangat besar. Hal itu bisa dikapitalisasikan dengan pembangunan SDM dan penguasaan IT.

Adapun kemerdekaan secara spritual kita belum bebas. Terbukti di sana-sini masih ada nepotisme, korupsi, hoax, dan masih banyak kebohongan-kebohongan lainnya yang merajalela di tengah-tengah masyarakat.

Oleh karena itu, dengan semangat Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesi ke-75 tahun ini, mari kita mengkaji ulang makna kemerdekaan yang sesungguhnya.

Kata orang bijak :

‎ليست الحرية ان تفعل ما شئت ولكن الحرية في حرية غيرك

“Bukanlah kemerdekaan dengan melakukan sesuatu sesukamu tapi kemerdekaan adalah pada ketenteraman orang lain”.

Camkanlah hadits Rasulullah Muhammad SAW, bersabda:

‎المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده

“Orang Islam adalah yang dapat membuat tenteram orang-orang Islam yang lain dari lidahnya dan perbuatannya”.

Wallahu mustaan.

Berbagi informasi kebaikan
  • 112
    Shares

Leave a Comment