Menjadi pembina asrama berarti mengambil bagian dalam proses tumbuh kembang santri. Tanggung jawabnya tidak berhenti pada pengawasan kedisiplinan, tetapi juga mencakup kemampuan memahami karakter, membaca kebutuhan emosional, dan memberikan pendampingan yang tepat. Dalam konteks inilah pendekatan in loco parentis atau orang tua pengganti menjadi bekal penting bagi setiap pembina.

Pentingnya peran tersebut menjadi perhatian PPMI Shohwatul Is’ad dalam menyelenggarakan Pelatihan Pembina Asrama pada Rabu (4/11). Mengangkat tema “Parenting In Loco Parentis: Seni Menjadi Orang Tua Pengganti yang Bertaut Hati dan Membentuk Karakter Santri”, kegiatan ini menghadirkan Dr. Nirwana Permatasari, M.Pd., M.Psi., Psikolog, sebagai pemateri.

Pelatihan diawali dengan refleksi terhadap praktik pengasuhan yang selama ini dijalankan para pembina. Mereka diajak mengevaluasi cara membangun kedekatan dengan santri, memahami perilaku yang muncul, serta menentukan respons yang sesuai ketika menghadapi persoalan di lingkungan asrama.

Refleksi tersebut kemudian berkembang menjadi diskusi interaktif. Para peserta berbagi pengalaman dan bertukar pandangan mengenai berbagai tantangan pengasuhan. Diskusi ini membuka ruang bagi pembina untuk memperkaya pemahaman bahwa mendampingi santri membutuhkan keseimbangan antara ketegasan, kepekaan, dan kedekatan emosional.