NASIHAT TENTANG KEBERKAHAN PONDOK PESANTREN

In Sekolahby PPMI Shohwatul Is'adLeave a Comment

Nabi Muhammad saw diperjalankan pada malam hari, dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsa. Jejak perjalanan itu mencipta berkat-berkat di sekitar keduanya. Demikian juga seorang santri yang menghidupkan malamnya dengan memperjalankan pikirannya untuk mempersiapkan ujian di keesokan harinya berarti sedang menanam benih-benih berkat. Benih berkat itu akan tumbuh, berbuah dan dipetik di suatu hari nanti di masa yang hanya Allah yang tahu.

“ Ustadz Masrur ini dalam satu kelas dahulu di pondok itu ada 13, seluruhnya menjadi orang hari ini. Kenapa? Karena mondok itu adalah persoalan keberkatan,” Ulas Ustadz Masrur, Pendiri Pondok Pesantren Shohwatul Is’ad bakda Subuh di Masjid Buq’atul Ilmi. “Siapapun yang menginginkan kemuliaan, maka hidupkanlah malam!” Lanjut beliau membacakaan hadits Nabi saw tentang kemuliaan menghidupkan malam. Ini mengingatkan tentang hasil penelitian yang mengungkap bahwa salah satu ciri orang yang memiliki intelektual yang baik adalah seringnya terjaga di malam hari.

“ Para santri sebaiknya menjelang ujian, banyak-banyaklah membaca doa. Doa yang baik dibaca menjelang ujian setelah menempuh lelahnya belajar adalah Allahumma dzakkirna min maa nashina, waalimna min maa jahilna, ya Allah ingatkan aku tentang apa yang telah aku pelajari jika aku lupa; dan ajari aku dari kebodohanku,” Ustadz Masrur lalu mengulangi do’a itu di hadapan santri.

Tentu saja yang dimaksudkan menghidupkan malam lebih tepatnya adalah Shalat Malam. Shalat Malam Seperti charger-nya jiwa, sumbu jiwa yang harus terus menyala menjadi energi kehidupan. “Sudah terlalu banyak yang berusaha menghidupkan sumbu pikiran, tapi bagi kaum Muslim menghidupkan sumbu jiwa amatlah penting,” Ulas beliau saat mengomentari rutinitas Shalat Malam santri PPMI Shohwatul Is’ad. Para Santri di sini memang telah terjaga sejak pukul 04.00 subuh. Di heningnya dzikir, mereka sebetulnya sedang menghirup energi kehidupan, keberkatan yang tidak ditemukan ditempat lain selain di Pondok.

“Selepas SMP kalian boleh melanjutkan pendidikan dimanapun. Tidak harus di Shohwatul Is’ad. Namun ingat, dimanapun sekolah yang kalian pilih, tetaplah memilih untuk mondok,” Nasihat pamungkas beliau

Berbagi informasi kebaikan
  • 5
    Shares

Leave a Comment