Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW menjadi ruang refleksi spiritual di lingkungan Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Shohwatul Is’ad. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (31/12) ini diikuti oleh seluruh unsur pesantren, mulai dari guru, pembina, pegawai, hingga santri dan santriwati.
Acara diawali dengan sambutan Ketua Yayasan Shohwatul Is’ad, Prof. Dr. Yusring Sanusi Baso, S.S., M.App.Ling., yang menyampaikan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj tidak berhenti pada dimensi historis, tetapi hadir sebagai media pembelajaran bagi keluarga besar Shohwatul Is’ad. Momentum ini menjadi sarana untuk kembali menelusuri perjalanan agung Rasulullah SAW sekaligus menghidupkan nilai-nilai keimanan dalam keseharian.
Peringatan ini menghadirkan Prof. Dr. Muhammad Shuhufi sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, ia menguraikan makna Isra’ Mi’raj sebagai perjalanan spiritual yang mengajarkan kedalaman iman, konsistensi ibadah, serta pembentukan akhlak mulia. Nilai-nilai tersebut dipandang relevan dengan proses pembinaan santri di lingkungan pesantren.
Mengangkat tema “Isra’ Mi’raj sebagai Fondasi Pembentukan Karakter Santri Berakhlak Mulia”, kegiatMelalui peringatan Isra’ Mi’raj ini, PPMI Shohwatul Is’ad menghadirkan suasana pembelajaran religius yang menyatukan dimensi spiritual dan moral, sebagai bagian dari ikhtiar membina generasi santri yang berkarakter dan berakhlak mulia.
