Penguatan kualitas lembaga pendidikan dan pesantren membutuhkan kesamaan nilai, kepemimpinan yang kuat, serta tata kelola yang profesional. Tantangan inilah yang menjadi fokus Management Development Workshop PPMI Shohwatul Is’ad yang digelar pada Sabtu (17/10). Mengusung tema Internalisasi Nilai, Budaya Keshohidan, Penguatan Manajemen dan Kompetensi Praktis, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pengelola dalam membangun lembaga yang unggul dan berkelanjutan.

Workshop ini menghadirkan empat materi utama yang mencakup nilai dan budaya keshohidan, kepesantrenan dan keasramaan, pendidikan, serta operasional. Pada sesi pertama, Ustaz KH. Dr. Masrur Makmur Latanro, M.Pd.I. dan Ustaz Dr. Hatta Abdul Fattah, Lc., MA. membahas penyegaran nilai dan budaya keshohidan sebagai fondasi membangun lembaga unggul. Materi ini menegaskan pentingnya keselarasan nilai dalam menentukan arah dan budaya kerja organisasi.

Aspek kepesantrenan dan keasramaan dibahas oleh Ustazah Khaerul Ummah, S.Th.I., MA. melalui materi Beyond Rules: Becoming a Full-Stack Dorm Mother. Pembahasan ini menyoroti pentingnya peran pengasuh asrama dalam pembinaan dan pendampingan santri. Pada bidang pendidikan, Ustaz Prof. Dr. Yusring Sanusi Baso, S.S., M.App.Ling. dan Ustaz Dr. Ir. Douglas Prabawono, MT. membawakan materi tentang pembangunan sistem pendidikan yang terarah dan berkualitas.

Pada sesi operasional, Ar. Muhammad Subhan, ST., MT., IAI membahas pembangunan layanan pendukung yang efektif, aman, dan profesional. Sementara itu, Ustaz Dr. Ir. Douglas Prabawono, MT. menekankan bahwa manusia merupakan penggerak utama sistem. Sistem yang dirancang dengan baik tidak akan berjalan optimal tanpa kapasitas, komitmen, dan tanggung jawab orang-orang yang menjalankannya. Setiap sesi dilengkapi diskusi dan tanya jawab untuk memperdalam pemahaman peserta terhadap penerapan materi dalam pengelolaan lembaga.