Lailatul Syahadah Tahfid Santri, Orangtua Ikut Menguji

In Pondokby PPMI Shohwatul Is'adLeave a Comment

Unit Kesantrian Putra PPMI Shohwatul Is’ad telah mengadakan Lailatul Syahadah atau Munaqosah hafalan Alquran bagi para santri yang selama ini tekun menghafal Al quran. Hal ini dilakukan sebagai upaya membina dan mencetak generasi Ulul Albab yang mencintai Alquran dan mengamalkan Akhlak mulia sesuai dengan visi misi pesantren.

Peserta munaqosah adalah siswa kelas IX dan XII dengan standar minimal perolehan hafalan adalah 5 juz. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari acara penamatan santri yang akan yang akan digelar pada bulan Juni mendatang. Selain itu, Lailatul syahadah bertujuan untuk mengevaluasi hafalan dan memberi motivasi agar para santri lebih semangat menjaga kalam Allah.

Kepala Kesantrian Putra Ustadz Abdul Wajid menyampaikan kebanggan tersendiri kepada santri yang memiliki semangat tinggi belajar Alquran. Harapan titik akhir Penghafal Qur’an adalah bisa membanggakan kedua orangtuanya dengan hafalan yang telah mereka perjuangkan selama di pondok.

Ada 27 santri yang maju dalam munaqosah tahun ini dan dinyatakan lulus dengan kriteria sejumlah hafalan. Disaksikan Asatiz dan semua santri, para peserta penuh antusias dan serius dalam mengikuti kegiatan ini. Pasalnya mereka harus mampu menjawab minimal tiga pertanyaan yang diajukan oleh tim penguji sebelum akhirnya dikategorikan lulus.

Satu persatu, para santri menjalani munaqosah. Diuji dengan metode mendengar dan meneruskan ayat yang dibaca acak oleh tim penguji yang terdiri dari dewan kiyai, asatiz, bahkan para orangtua walisantri juga diberikan kesempatan langsung untuk menguji kemampuan putra mereka. Pertanyaan yang diujikan pun sesuai dengan banyaknya hafalan santri tersebut.

Dan hasilnya hampir seluruh peserta mampu menyelesaikan bacaan ayatnya dengan lancar dan benar. Dari ke 27 Santri tersebut, sejumlah peserta dinyatakan lulus dengan kategori hafalan Jayyid Jiddan (baik sekali), Jayyid (baik) dan Maqbul (diterima). Kategori capaian hafalan tertinggi diraih 5 orang santri yaitu: Awaluddin Ansar 20 juz, Zaidan Atahillah 12 juz, Girwan Gratanca 8 juz, Fathurrahman 7 juz dan Rayhan Atallah 7 juz. Selain itu 15 orang santri dinyatakan lulus dengan capaian syahadah 5 (lima) juz Al quran dan sisanya dinyatakan belum lulus serta tidak berhak mendapatkan ijazah (Syahadah).

Berbagi informasi kebaikan

Leave a Comment