HABIS DENGAR TAUSIAYAH, LANGSUNG MAKAN COTO MAKASSAR

In Pondokby PPMI Shohwatul Is'adLeave a Comment

“Ada ustadz, kalau menjelajahi pantai kuta Bali, ia memakai  kacamata hitam. Tau kenapa? Agar jika ekor matanya  ketika melirik ke pada bule-bule berbikini itu, tidak ketahuan.” Kelakar Ustadz Masrur, ketua Yayasan PPMI Shohwatul Is’ad di subuh tadi(1/7/19). Beliau menyengaja datang mengunjungi Pondok setelah selang beberapa Bulan tidak sempat membersamai civitas pondok karena beberapa kesibukan beliau. Kedatangan beliau juga dalam rangka memandu acara syukuran atas terselesaikannya gedung Asrama Putri PPMI Shahwatul Is’adi.

Terdengar cekikan kecil mengisi ruang setengah terbuka di Masjid Buqatul Ilmi, meski kelakar Ustadz Masrur ini sangat sederhana, namun lebih dari cukup membuat melek mata santri yang memang sebelum subuh telah terjaga. “Memang seperti ini perjuangan santri nak, bersusah-susah. Bersusah-susah dahulu lalu bersenang-senang  kemudian.“ Beliau masih melanjutkan wejangannya dengan mengutip pepatah lama yang melegenda itu.

Beliau banyak memberi motivasi tentang keberanian dan kepercayaan diri berbahasa Inggris juga bagaimana seharusnya seorang santri harus selalu mendawamkan hapalan al-Qurannya. Menurut beliau, di Mesir itu tes hapalan al-Quran untuk santri yang berasal dari Indonesia hanya dua juz, tapi tidak boleh melakukan kesalahan lebih dari tiga kali. “ Artinya apa? Biarpun dua juz tapi lancar, itu lebih baik daripada mengaku menghapal 10 juz tapi tabbonto-bonto,” lanjut beliau.

Selang beberapa menit, beliau mempersilahkan Ust.Subhan melanjutkan untuk memberi wejangan kepada santri. Tidak banyak yang berebeda dari apa yang disampaikan Ust Masrur, Ust Subhan hanya memberi penekanan tentang peristiwa penaklukan Konstantinopel oleh M.Alfatih. “Kemampuan al-Fatih menyelesaikan misi yang mana generasi sebelumnya gagal adalah karena kemampuannya untuk focus,” babar Ust. Subhan.

Jelang beberapa saat sebelum pukul 06.00 pagi, tausiyah selesai. Santri dipersilahkan ke dapur Pondok. Menu Spesial telah menunggu di sana: Coto Makassar. Bukan tradisi makanan di sini, hanya saja hari ini adalah syukuran berkat selesainya pembangunan Asrama Putri PPMI Shohwatul is’ad.

Berbagi informasi kebaikan

Leave a Comment