Komitmen meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris terus diperkuat oleh para pendidik di Kabupaten Pangkep. Hal tersebut tampak dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Bahasa Inggris SMP se-Kabupaten Pangkep yang digelar di PPMI Shohwatul Is’ad pada 13–14 Desember 2025. Kegiatan ini menghadirkan Mr. Wap, native speaker asal Nederland, Belanda, sebagai mitra belajar dan berbagi praktik kebahasaan secara langsung.
Bimtek ini diselenggarakan oleh Disdakmen Kabupaten Pangkep bekerja sama dengan MGMP Bahasa Inggris Pangkep. Selama dua hari, para guru mengikuti rangkaian pelatihan yang secara khusus diarahkan untuk meningkatkan kapasitas profesional guru bahasa Inggris SMP, baik dari sisi penguasaan bahasa, strategi pembelajaran, maupun kepercayaan diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.
Tidak hanya berfokus pada teori, pelatihan ini dirancang untuk membuka ruang praktik profesional bagi para guru. Seluruh sesi difokuskan pada penguatan kompetensi guru terlebih dahulu, mulai dari kecakapan berbahasa, pendekatan pengajaran komunikatif, hingga cara mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata. Interaksi langsung dengan native speaker menjadi sarana pembelajaran autentik yang memberi pengalaman baru bagi guru sebelum nantinya diterapkan di ruang kelas.
Kepala SMP IT Shohwatul Is’ad, Ustadz Ahmad Sochabat, S.Pd., Gr., M.Pd, yang juga merupakan anggota MGMP Bahasa Inggris Pangkep, menuturkan bahwa kegiatan ini sangat bernilai bagi pengembangan profesional guru. Menurutnya, bimtek ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kompetensi, tetapi juga ruang temu guru-guru bahasa Inggris se-Kabupaten Pangkep untuk saling bertukar gagasan, berdiskusi, dan memperluas wawasan pedagogis.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena menghadirkan ruang belajar bersama bagi guru. Kehadiran native speaker juga memberi motivasi tersendiri dan membangkitkan semangat guru untuk terus belajar dan berlatih,” ujarnya.
Kesan positif turut disampaikan oleh Mr. Wap dan para peserta bimtek. Mereka mengaku senang mengikuti pelatihan di PPMI Shohwatul Is’ad dan merasa terkesan dengan lingkungan belajar yang kondusif, tertata, dan mendukung aktivitas akademik. Suasana pesantren yang asri dan kultur pembelajaran yang kuat dinilai memberi kenyamanan sekaligus inspirasi selama kegiatan berlangsung.