oleh Prof. Dr. Yusring Sanusi Baso, M.App.Ling
Abu Hurairah memiliki nama asli Abdurrahman. Beliau mendapat julukan Abu Hurairah karena sangat menyayangi seekor anak kucing yang sering beliau bawa. Dalam bahasa Arab, kucing disebut hirrun (هِرٌّ), sedangkan hurairah (هُرَيْرَة) berarti anak kucing kecil. Kisah ini juga mengajarkan pentingnya membaca Ayat Kursi sebelum tidur.
Suatu malam di bulan Ramadan, Abu Hurairah mendapat amanah dari Rasulullah ﷺ untuk menjaga harta zakat. Tiba-tiba datang seorang pencuri yang sedang mengambil sebagian harta tersebut. Abu Hurairah berhasil menangkapnya.
Pencuri itu memohon, “Lepaskan aku. Aku sangat miskin, memiliki banyak tanggungan, dan sangat membutuhkan makanan.” Karena merasa iba, Abu Hurairah pun melepaskannya.
Keesokan paginya Rasulullah ﷺ bertanya, “Apa yang dilakukan tamumu semalam, wahai Abu Hurairah?” Beliau menjelaskan kejadian tersebut. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa pencuri itu akan datang lagi.
Benar saja, malam berikutnya pencuri itu kembali mencuri. Abu Hurairah kembali menangkapnya, tetapi karena alasan yang sama, ia kembali dilepaskan. Esok paginya Rasulullah ﷺ kembali bertanya dan mengatakan bahwa pencuri itu masih akan datang lagi.
Pada malam ketiga, Abu Hurairah sudah bersiap. Kali ini beliau berhasil menangkap pencuri tersebut dengan kuat. Pencuri itu berkata, “Lepaskan aku. Sebagai gantinya aku akan mengajarkan kepadamu sesuatu yang akan Allah jadikan bermanfaat.”
Ia berkata, “Apabila engkau hendak tidur, bacalah Ayat Kursi. Niscaya Allah akan senantiasa menjagamu hingga pagi, dan setan tidak akan dapat mendekatimu.”
Keesokan harinya Abu Hurairah menceritakan semuanya kepada Rasulullah ﷺ. Beliau bersabda:
“Ia telah berkata benar kepadamu, padahal ia adalah pendusta. Tahukah engkau siapa yang datang selama tiga malam itu? Dialah setan.”
Dari kisah ini, Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa Ayat Kursi memiliki keutamaan yang sangat besar. Para ulama juga menjelaskan bahwa siapa saja yang membacanya dengan penuh keikhlasan, terutama sebelum tidur, maka Allah akan menjaganya dari gangguan setan hingga pagi.
Hal lain yang patut diteladani adalah semangat Abu Hurairah dalam menuntut ilmu. Meskipun beliau hanya sekitar empat tahun bersama Rasulullah ﷺ, beliau menjadi sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis karena kesungguhannya dalam belajar, menghafal, dan mengamalkan ajaran Nabi ﷺ.