Kejujuran merupakan fondasi utama dalam membentuk pribadi yang berintegritas. Dalam dunia pendidikan, kejujuran tidak hanya berkaitan dengan kebenaran dalam perkataan, tetapi juga tercermin dalam sikap, perilaku, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah. Oleh karena itu, penguatan karakter santri perlu dilakukan dengan membiasakan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan karakter dan kompetensi santri, Shohwatul Isad meluncurkan Program Bulan Kejujuran pada Kamis (29/10). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran direksi, guru, dan santri Shohwatul Isad. Pada kesempatan yang sama, turut diluncurkan program Guru Wali sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan dan pendampingan santri.

Dalam sambutannya sebelum penandatanganan komitmen Bulan Kejujuran, Direktur Kepondokan Shohwatul Isad, Ustadz Ishaq Abdul Aziz, Lc., Gr., menyampaikan bahwa kejujuran merupakan salah satu kunci kesuksesan seorang manusia. Nilai tersebut telah diajarkan sejak zaman para nabi dan menjadi prinsip penting yang harus dipegang teguh dalam menjalani kehidupan.

Penandatanganan komitmen Bulan Kejujuran menjadi salah satu rangkaian utama kegiatan tersebut. Momentum ini menjadi kesepakatan jajaran direksi, guru, dan santri untuk membangun budaya kejujuran di lingkungan pendidikan. Komitmen tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan secara konsisten dalam keseharian.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peluncuran program Guru Wali oleh Direktur Operasional Shohwatul Isad, Ustadz Ady Mulya Azis, S.Kom., Gr. Program ini dirancang untuk memperkuat pendampingan santri, baik dalam aspek akademik maupun pembentukan karakter.

Guru Wali memiliki peran penting dalam memantau perkembangan akademik, membina akhlak dan kedisiplinan, serta mendampingi santri ketika menghadapi permasalahan belajar maupun pribadi. Selain itu, Guru Wali berperan dalam menjalin komunikasi dan koordinasi dengan orang tua atau wali santri guna mendukung perkembangan santri secara optimal.

Kehadiran program Guru Wali diharapkan dapat menciptakan hubungan yang lebih dekat antara guru dan santri. Dengan pendampingan yang terarah dan berkelanjutan, setiap santri diharapkan memperoleh perhatian sesuai dengan kebutuhan dan perkembangannya, sehingga potensi mereka dapat tumbuh secara maksimal.

Peluncuran Bulan Kejujuran dan program Guru Wali menjadi bagian dari komitmen Shohwatul Isad dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan penguatan karakter.

Shohwatul Isad berharap kedua program ini dapat menumbuhkan budaya kejujuran sekaligus memperkuat kualitas pendampingan santri. Dengan demikian, lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak mulia sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.