Bagaimana jika ruang belajar tidak hanya dibatasi dengan dinding kelas? Pertanyaan tersebut akan dijawab melalui kegiatan outing class santri kelas 8AB SMP IT Shohwatul Isad yang berlangsung pada 2-3 September 2026.
Selama dua hari, santri akan mengikuti rangkaian perjalanan yang memadukan pengalaman belajar, eksplorasi alam, dan pengenalan potensi lokal. Salah satu agenda yang dijadwalkan adalah kunjungan ke Cimory Dairyland. Di tempat tersebut, santri akan memperoleh pengalaman langsung untuk mengenal dunia peternakan, pengolahan hasil ternak, serta proses produksi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Setelah mengunjungi Cimory Dairyland, perjalanan akan berlanjut menuju kawasan Malino. Santri akan mengeksplorasi Air Terjun Takapala sebagai bagian dari pengalaman belajar di lingkungan terbuka. Melalui kegiatan ini, santri dapat mengamati kondisi alam secara langsung sekaligus memahami keterkaitan antara lingkungan, ekosistem, dan kehidupan manusia.
Rangkaian perjalanan juga akan membawa santri mengenal aktivitas masyarakat di Pasar Malino. Interaksi dengan lingkungan pasar dapat menjadi pengalaman kontekstual untuk memahami kegiatan ekonomi, produk lokal, serta potensi usaha yang berkembang di tengah masyarakat.
Selain agenda edukatif tersebut, perjalanan akan dilengkapi dengan kegiatan rekreatif dan kebersamaan di sejumlah lokasi yang telah dijadwalkan. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar santri memperoleh pengalaman yang beragam selama berada di luar lingkungan sekolah.
Melalui outing class ini, proses pembelajaran diharapkan dapat berlangsung secara lebih kontekstual. Santri memperoleh kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan yang dipelajari di kelas dengan objek, lingkungan, dan aktivitas yang mereka temui secara langsung.
Selama dua hari perjalanan, santri kelas 8AB akan belajar melalui pengamatan, pengalaman, dan interaksi dengan lingkungan. Dari peternakan hingga alam Malino, setiap perjalanan menjadi ruang untuk menemukan pengetahuan baru.