Prakiraan cuaca yang muncul setiap hari merupakan hasil dari proses pengamatan dan pengolahan data. Hal itu dipelajari langsung oleh santri putri kelas VIII SMP IT Shohwatul Is’ad saat mengunjungi BMKG Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV Makassar dalam rangkaian outing class, Rabu-Kamis (16-17/9).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang memperkenalkan santri pada cara BMKG mengamati berbagai fenomena alam. Materi yang diberikan mencakup cuaca dan iklim, pengenalan alat pengukur cuaca dan iklim, data bencana di Indonesia, gempa bumi dan tsunami, hingga mitigasi bencana.

Materi pertama mengenai cuaca dan meteorologi disampaikan Bapak Farid Mufti dari Tim Cuaca dan Meteorologi. Santri mendapatkan penjelasan mengenai pengamatan cuaca serta proses yang berkaitan dengan penyediaan informasi meteorologi.

Selanjutnya, Bapak Yosi Feriantini, S.Si., memberikan materi mengenai klimatologi sekaligus memperkenalkan sejumlah alat pengukur cuaca dan iklim. Santri dapat melihat secara langsung perangkat yang digunakan dalam proses pengamatan dan pengumpulan data.

Materi berikutnya berfokus pada gempa bumi dan tsunami yang disampaikan Ibu Kiki. Dalam sesi ini, santri diperlihatkan data bencana di Indonesia serta mendapatkan pemahaman mengenai mitigasi bencana sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan.

Bagi santri, pembelajaran tersebut memberikan pengalaman untuk menghubungkan materi dengan penerapannya di lapangan. Mereka tidak hanya mengenal fenomena cuaca, iklim, gempa bumi, dan tsunami, tetapi juga memahami pentingnya data dalam menghasilkan informasi yang dapat digunakan masyarakat.

Kunjungan ke BMKG juga memperluas cara pandang santri dalam menerima informasi. Prakiraan cuaca dan informasi kebencanaan tidak lagi dipahami sebatas informasi yang muncul di layar, tetapi sebagai hasil dari proses pengamatan yang membutuhkan data, ketelitian, dan pemahaman ilmiah.