Alhamdulillah, Dalam Daurah Tahfidzul Qur’an Santri Bisa Hafal 5 Halaman Per-Hari

In Artikelby PPMI Shohwatul Is'adLeave a Comment

Alquran adalah kalamullah, yang patut di agungkan dan di jaga. Penjagaan Al Qur’an adalah bentuk kemuliaan, penjaganya akan mulia juga karenanya. Dan salah satu cara dari-Nya untuk selalu menjaga kalam agung-Nya adalah dengan memuliakan penghafal Al Qur’an. Seperti ditegaskan dalam firmannya,

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami pula yang benar-benar akan memeliharanya,”

(QS. Al-Hijr : 9)

Inilah yang dibuktikan PPMI Shohwatul Is’ad dalam program Daurah Tahfidz Alquran yang diselenggarakan pada masa liburan santri. Selama 8 hari, mereka digembleng untuk menghafal Alquran dengan target minimal 5 halaman sehari.

Kepala Kesantrian PPMI Shohwatul Is’ad Ustaz Abdul Wajid Hafizahullah mengatakan, keterbatasan waktu dan pasilitas bukan halangan kita untuk  menghafal Alquran. Hal tersebut benar-benar dibuktikan beberapa orang santrinya yang mengikuti daurah.


“Alhamdulillah kegiatan ini berhasil di laksanakan, dan direspon hangat para peserta. Salah satu bukti keajaiban yang tampak di mata kita adalah kemampuan santri yang bisa menghafal Alquran 5 halaman dalam sehari. Mereka orang biasa yang mendapat keajaiban Alquran, sehingga bisa menjadi nilai khusus buat pondok terlebih buat santri yang terlibat,”papar Ustaz Wajid.

Terbukti, Daurah yang diikuti dengan total peserta 30 santri tersebut mampu mencetak santri yang mampu menghafal setidaknya 2,5 juz dalam 1 pekan. Bahkan capaian prestasi terbaik disandang oleh peserta bernama Muhammad Tasrif yang mampu menghafal 2,5  juz dalam 1 pekan atau setara dengan 5 halaman tiap hari.

Ketua pelaksana, Ustaz Ashabul Kahfi mengatakan, Daurah Tahfidzul Qur’an di gelar semata-mata untuk mencetak penghafal Alquran dari para santri yg menimba ilmu dipesantren. Santri yang ingin ikut terlebih dahulu menjalani serangkaian syarat. Selama itu, mereka dibebaskan dari tugas-tugas dan difokuskan untuk menghafal.

“Selama daurah berlangsung, mereka diberikan motivasi setiap hari. Mereka hanya menghafal Alquran saja. Soal urusan lain-lain, seperti mencuci dan keperluan pribadi, mereka dilayani seperti raja. Pokoknya, hidup mereka selama daurah hanya full untuk Alquran,” terang Kahfi.

Kahfi mengaku, tak ada metode khusus yang diterapkan peserta daurah. “Setiap peserta diperkenalkan dengan berbagai macam metode menghafal Alquran cepat. Mereka diberikan target-target untuk menghafal. Setelah itu santri dibebaskan memilih metode yang mereka anggap cocok bagi dirinya. Pembimbing daurah ikut membantu santri dalam menemukan metode yang paling tepat,” ujar Kahfi.

Berbagi informasi kebaikan

Leave a Comment