Kegiatan pelatihan Digitalisasi Administrasi dan Keuangan yang diselenggarakan di PPMI Shohwatul Is’ad menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan seluruh sistem kerja di pondok. Tidak hanya berfokus pada pengelolaan keuangan, pelatihan ini juga dirancang untuk merangkul tata kelola administrasi, akademik, kesantrian, hingga layanan umum, sehingga seluruh proses dapat berjalan dalam satu platform digital yang terstruktur dan saling terhubung.
Pelatihan yang dipandu oleh Arman Lantong ini menghadirkan peserta dari berbagai unsur penting pengelolaan pondok. Di antaranya adalah bendahara pondok, bendahara unit ekonomi, staf SDM, tenaga tata usaha SMP dan SMA, serta bagian sarana dan prasarana. Kehadiran para peserta dari beragam unit kerja ini memastikan bahwa digitalisasi yang dijalankan benar-benar mencakup seluruh aspek operasional pondok.
Dalam prosesnya, peserta diperkenalkan pada JIBAS (Java Integrated School Administration System) yang merupakan sebuah perangkat lunak manajemen terpadu yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi pengelolaan data. Melalui sistem ini, setiap proses administrasi dapat dipantau secara real-time, sehingga meminimalisasi potensi kesalahan dan mempercepat pengambilan keputusan.
Direktur Operasional PPMI Shohwatul Is’ad, Ady Mulya Azis, S.Kom., Gr., menjelaskan bahwa program ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan seluruh aspek operasional pondok. Menurutnya, digitalisasi tidak hanya memberikan kemudahan pada sektor administrasi dan keuangan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antarunit kerja melalui basis data yang terintegrasi. Peningkatan literasi digital di kalangan staf diyakini akan memperkuat kualitas pelayanan kepada santri, wali santri, dan masyarakat. Oleh karena itu, transformasi ini dipandang sebagai langkah adaptif yang sejalan dengan perkembangan teknologi, namun tetap menjaga nilai-nilai fundamental dan karakter khas pesantren.