Pangkep 28 Juli 2025- SMA IT Shohwatul Is’ad mencatatkan prestasi gemilang dalam Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan tahun 2025.
Sebanyak 16 santri dari 10 cabang lomba FLS3N berhasil meraih juara, mencerminkan kekuatan kreativitas dan literasi santri pondok. Sementara itu, 3 santri lainnya menunjukkan dominasinya di bidang olahraga.
Prestasi Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N):
- Juara 1 Baca Puisi: Prischa Bella Qnanthy Busou (XII C)
- Juara 1 Film Pendek: Ahmad Rafli Budiawan (XII A), Muh. Lingga Zakary Nadyndra (XII A), Faiz Zein Ahmad (XI A)
- Juara 2 Cipta Cerpen: Anicha Tri Handayani (XI B)
- Juara 3 Cipta Cerpen: Dwi Astuti Yana (XI B)
- Juara 2 Cipta Puisi: Muh. Dalal Iktikaf Anwar (XII A)
- Juara 3 Monolog: Satrio Hanif Tanribali Susetyo (XII B)
- Juara 3 Nyanyi Solo: Maghfiratul Annisa (XI B)
- Juara 2 Kriya: Nabilah Nur Afifah (XI B)
- Juara 3 Kriya: Siti Khumairah Azzahra (XII C)
- Juara 2 Fotografi: Achmad Fahry (XII A)
- Juara 3 Fotografi: Bagas Arya Permana (XII B)
- Juara 3 Desain Poster: Muthia Khairunnisa (XII C)
- Juara 2 Jurnalistik: Talita Ufairah Faras (XI B)
- Juara 3 Jurnalistik: Najwa Muzakkiyyah (XII B)
Prestasi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN):
- Juara 1 Pencak Silat (Jurus Tunggal): Muhammad Furqon Imli (XII B)
- Juara 1 Karate (Kata Perorangan Putri): Kirana Larasati Watulingas (XI B)
- Juara 2 Pencak Silat (Jurus Tunggal): Afifah Haura (XI B)
Kepala SMA IT Shohwatul Is’ad, Ustadz Rendika Agustianto, Lc., M.A., menyampaikan bahwa capaian ini sangat menggembirakan dan menjadi motivasi besar bagi santri lain untuk terus berkarya dan berkembang. Ia menegaskan bahwa prestasi tidak datang begitu saja, tetapi merupakan hasil dari kemauan dan tekad untuk berlatih secara konsisten. Menurutnya, ini adalah bentuk investasi masa depan yang akan dituai kelak sebagai bagian dari kesuksesan hidup.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan ini membuktikan bahwa atmosfer pendidikan di pesantren tidak membatasi kreativitas, justru memperluas ruang tumbuh bagi para santri untuk berprestasi secara utuh baik di bidang spiritual, akademik, seni, maupun olahraga.