Beranda  Profil    Akademik  Kurikulum  Prestasi
 
Untitled Document
   
   
 
 

PERUBAHAN ITU INDAH
Esay ini terdiri atas Lima Bagian
Oleh

Yusring Sanusi Baso
   
   
 

SINOPSIS
Essai ini terinspirasi dari pelajaran Biologi waktu penulis sekolah dan tinggal di Pondok Pesantren Putra IMMIM Tamalanrea. Tapi itu dulu, pondok pesantren IMMIM yang dulu dan menurut hemat penulis sudah sangat berbeda dengan Pesantren IMMIM sekarang. Perbedaan IMMIM yang dulu dan yang sekarang itu pulalah yang menjadi alasan putra pertama penulis diajak bersekolah di PPMI Shohid dan sekarang sudah kelas III di Insan Cendekia Gorontalo. Putra penulis bernama M. Zulfikri Al-Qowy Yusring. Sekedar untuk diketahui, Qowy adalah alumni pertama Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Shohid yang diterima Insan Cendekia. Sekarang sudah empat yang bersekolah di sana. Insya Allah alumni Shohid lainnya pasti ada yang menyusul.

Penulis merasa bahwa waktu tinggal di pondok itulah masa melakoni proses kepompong, proses menjadi kupu-kupu yang dapat terbang ke sana kemari dengan sayap-sayap indah yang menarik perhatian orang. Memang belum seberapa dibandingkan dengan orang lain, tapi setidaknya dunia barat (Australia) dan timur (Saudi Arabia dan Jordania) telah dijelajahi, begitu pula dengan Indonesia, dari barat sampai timur dari Sabang sampai Marauke telah dijelajahi. Penjelajahan itu berkat ilmu dan soft skill yang diperoleh selama mengikuti pendidikan di Pesantren dulu dan di Perguruan Tinggi.

Bagian pertama merupakan tulisan yang memaparkan secara global perubahan ulat kemudian kepompong dan akhirnya menjadi kupu-kupu. Proses ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa kehidupan santri, hidup di rumah (ulat) kemudian masuk pondok (kepompong) lalu menjadi alumni (kupu-kupu).

Bagian kedua akan membicarakan kenapa santri masuk pondok, baik karena keinginan sendiri maupun karena orang tua yang tidak mampu mendidik lagi. Saking sibuknya, sampai ada orang tua tidak suka kalau anaknya pulang. Perilaku orang tua seperti ini seakan-akan mencerminkan bahwa anak-anak yang lahir itu adalah akibat dari “Kebetulan Biologis” dan bukan karena “Kebutuhan Biologis” berdasarkan scenario Ilahi.

Bagian ketiga dan keempat akan membicarakan suka duka selama di pondok. Masa ketika santri dalam kehidupan kepompong. Bagian ini akan menceritakan adanya santri yang betul-betul menjadikan masa ini sebagai masa persiapan menjadi kupu-kupu (alim ulama) yang siap menjelajahi dunia. Juga pada bagian ini akan dibicarakan adanya santri yang belum mampu melakoni masa kepompong. Saat santri lainnya ke masjid untuk shalat subuh, dia bersembunyi di bawah ranjang atau dalam lemari. Bahkan ada yang tidur di kelas. Saat santri lainnya ke kelas, dia pura-pura sakit. Juga, pada bagian ini akan dibahas tentang perilaku ustaz (tentu saja nama ustaz tidak disebut lho) yang tidak dapat menjadi guru atau fasiliatator dalam mengajar. Kenapa, karena dia mengajar sebagaimana dia dulu diajar. Padahal zaman telah berubah.

Bagian kelima akan membahas tentang dunia luar dan bagaimana seharusnya para kupu-kupu jebolan Pondok Shohid menjelajahinya.

 

BAGIAN PERTAMA

Syahdan, di negeri entah berantah, sekelompok masyarakat ulat hidup pada suatu pohon. Masing-masing ulat menempati selembar daun yang bentuk dan ukurannya kurang lebih sama. Pada suatu saat, seekor ulat mengalami proses perubahan (metamorphosis). Sang Ulat harus masuk ke dunia kepompong.

Selama dalam kepompong, sang ulat ini banyak merenung. Sang ulat belajar banyak dalam masa perenungan itu. Sang Ulat tidak dapat pergi kemana-mena. Di lihat dari kacama luar, sang ulat seperti terpenjara, tetapi, dalam penjaran suci kepompong itu, sesungguhnya sang ulat sedang melatih diri untuk menyonsong tugas mulia. Sang Ulat sedang dipersiapkan menjadi penjelajah tangguh untuk terbang ke sana ke mari mengitari dunia. Dia sedang dipersiapkan oleh Sang Pencipta untuk terbang dengan segala keindahan yang akan dipertontonkannya nanti.

Sesuai dengan masa pendidikan dalam kepompong, tibalah saatnya Sang Ulat lulus dan menjadi seekor kupu-kupu cantik. Dengan segala kemampuan yang dimilikinya sekarang yang merupakan hasil pertapaan dan pendidikan selama sekolah di masa kepompong, sang kupu-kupu dapat terbang ke sana ke mari. Dia tidak lagi merayap dari satu ke daun lainnya, tapi dari satu pohon ke pohon lainnya. Bahkan daya jelajah bukan lagi dari pohon ke pohon akan tetapi dari satu taman ke taman lainnya atau dari satu kebun ke  kebun lainnya.

Dalam penjelajahan itulah, sang kupu-kupu dapat melihat berbagai keindahan. Dia menyaksikan berjenis-jenis daun dari berbagai jenis pohon. Daun dengan segala bentuk, ukuran dan warnanya. Tentu saja daun itu pun pasti berbeda rasanya. Begitu pula, sang kupu-kupu telah melihat berjenis-jenis binatang dan berbagai keindahan lainnya.

Itulah salah satu nikmat berupa wawasan yang dicapai dari proses perubahan metamorphosis, dari ulat, kepompong hingga menjadi kupu-kupu.

Suatu hari, sang Kupu-kupu kembali ke komunitasnya para ulat. Dia bercerita tentang apa yang dilihatnya. Dia menceritakan berbagai jenis pohon yang indah. Dari perbedaan pohon itu pula muncul berbagai warna daun, bentuk dan rasanya yang berbeda pula. Bahkan setiap jenis pohon memiliki rasa bunga dan buah yang berbeda-beda pula. Semua mengasyikkan dan menyejukannya. Karena itu, dia meminta kepada para ulat untuk melakukan perubahan menjadi kepompong. Memang sulit tinggal dalam kepompong dan tidak dapat ke mana-mana. Dunia itu seakan di penjara. Tetapi betapa pun sulitnya dalam kepompong, masa dan proses itu akan dilewati menuju dunia kupu-kupu. Ulat tidak akan dapat menjadi kupu-kupu tanpa proses masuk ke dunia kepompong.

Seekor ulat marah-marah setelah mendengar kabar tentang suatu negeri yang indah, cantik, dan penuh dengan makanan yang diwartakan oleh sang penjelajah kupu-kupu. Sang Ulat tidak percaya tentang berita itu, baginya hal tersebut adalah tidak mungkin. Si Ulat tetap bersikukuh dengan pendapatnya karena selama ini hanya hidup di sekitar selembar daun. Sang Ulat tidak pernah keluar dari lingkungan daunnya itu. Dia hanya berpengalaman pada selembar daun tempat mencari makan selama ini. Karena itu, wajar jika ada berita yang tidak sama dengan pengetahuannya itu, maka Sang Ulat pasti akan menentang, marah dan tidak setuju dengan berita-berita tersebut.

Analogi metamorphosis ulat kepompong dan kupu-kupu dapat diibaratkan para santri yang masih sekolah di Shohid saat ini. Para santri itu, sebelum masuk pondok atau selama tinggal bersama orangtuanya, ibarat ulat-ulat yang hanya tahu lingkungan hidupnya di sekitar keluarganya. Namun, pelan tapi pasti, para santri itu (para ulat) masuk ke Pondok Shohwatul Is’ad untuk mendapat berbagai pendidikan. Masa ini dapat diibaratkan dengan masa kepompong. Para santri tidak dapat ke mana-mana. Dia hidup dan belajar dalam penjara suci mujahidin yang akan memberi kemampuan sayap untuk mejelajahi dunia kehidupan nanti. Para santri yang tahan belajar di pondok Shohid akan menjadi kupu-kupu yang memiliki sayap-sayap berwarna-warni yang indah.

Betapa tidak, di pondok Shohid, setiap santri belajar bahasa Arab, bahasa Inggris, pengetahuan alam, matematikan dan lain-lain. Selain itu, 24 jam santri hidup dalam lingkaran kehidupan untuk melatih kedisiplinan dan mendapatkan soft skill yang dapat berguna setelah tamat nanti. Di tempat mana, selain di pondok para santri harus bangun shalat tahajjud, shalat jamaah dan berdoa bersama. Selain itu, berbagai aktifitas lainnya disiapkan di pondok di mana santri tidak pergi ke mana-mana.

Suatu saat nanti, para santri dengan segala ilmu dan soft skill yang diperolehnya adalah ibarat sayap dengan segala warnanya. Dengan kemampuan itu, para santri akan tahu apa beda orang-orang yang pernah tinggal di sebuah pondok dan tidak pernah tinggal asrama. Sayapnya yang berwarna warni itu adalah ibarat hasil tempaan selama hidup dalam pondok. Pondok Shohid ibarat candra dimuka dalam dunia kepompong untuk mempersiapkan mereka terbang menjelajahi dunia dengan dakwah Islam. Dengan segala kemampuan dan dakwah itulah, mereka yang telah menjadi kupu-kupu akan mencapai makna Shohwatul Is’ad, Bangkit Menuju Kebahagiaan.

Suatu hari nanti, semua ini akan menjadi kenyataan. Tinggal para santri memilih, siap menjadi kupu-kupu atau tetap menjadi ulat dalam kepompong. Sekedar mengingatkan bahwa tidak semua ulat dalam masa atau periode kepompong menjadi kupu-kupu. Begitu pula santri nanti, tidak semua santri yang tinggal di Shohid akan menjadi mujahid penjelajah dengan segala ilmu dan skillnya. Tidak semua akan menggenggam dunia dan membuka pintu surga. Dalam masa hidup di Pondok Shohid, kedisiplinan, kegigihan, ketabahan dan kesabaran merupakan syarat untuk melewati masa kepompong (penjara suci) Pondok Shohid ini.

Sekedar untuk dibaca kembali

PROSES METAMORFOSIS
Proses metamorfosis kupu-kupu melalui beberapa tahap fase. Fase pertama adalah telur (ovum, plural ova), fase kedua adalah ulat atau caterpillar (larva, larvae), fase ketiga adalah kepompong atau kokon atau chrysalis (pupa, pupae) dan fase keempat adalah insekta berupa kupu-kupu atau imago (plural imagines). Berikut adalah tahapan proses metamorfosis kupu kupu dan penjelasannya

 

Telur
Telur akan menetas menjadi larva setelah 3 – 5 hari.

Larva (Ulat) 
Setelah telur menetas menjadi larva maka larva akan mencari makan, tetapi beberapa larva mengkonsumsi cangkang telurnya yang kosong sebagai bahan makanan pertama. Pada saat pertumbuhan, kulit luar larva tidak ikut meregang, tetapi ketika kulit luar larva menjadi sangat ketat, larva akan berganti kulit. Pada umumnya larva berganti kulit sebanyak 4 – 6 kali, periode pergantian kulit (molting) disebut juga instar. Ketika larva telah mencapai pertumbuhan maksimal maka larva akan berhenti makan lalu mencari tempat berlindung dan melekatkan diri pada ranting atau daun. Pada tahap ini larva telah berada pada fase prepupa dan akan melepaskan kulit terakhir kali untuk membentuk pupa (kepompong).

Pupa (Kepompong)
Meskipun pada saat fase pupa seperti periode istirahat, tetapi di dalam pupa sedang terjadi proses pembentukan kupu-kupu yang berlangsung sekitar 7 – 20 hari tergantung jenis spesies.

Kupu-kupu
Setelah kupu-kupu muda keluar dari pupa (kepompong) maka kupu-kupu muda akan merangkak ke atas sehingga sayapnya yang lemah, kusut dan agak basah dapat menggantung ke bawah serta mengembang secara normal. Setelah sayap kering, mengembang, dan kuat maka sayap akan membuka dan menutup beberapa kali, kupu-kupu muda akan mencoba terbang, kupu-kupu muda akan tumbuh menjadi kupu-kupu dewasa dan berada pada fase imago.

 

   
   
 
 
 
 
 
 
 
SISTEM INFORMASI
     
 
 
 
  Long Life Education
Oleh Drs. H. Masrur Makmur La Tanro, M.Pd.
   
  Perubahan itu Menyenangkan
Oleh Yusring Sanusi Baso
   
Mendidik Dengan Cinta
Oleh Indra
   
 
www.unit-ekonomi.shohwatul.sch.id
www.mobile.shohwatulisad.sch.id   (khusus perangkat mobile)
 
 
  User
 
  Password
 
     Daftar
 
 
ahmad ibrahim suyuti
MOHON MAAF TOLONG INFONYA MENGENAI BIAYA BIAYA SELAMA BELAJAR PERTAHUN

Silahkan Kontak Panitia Sipenwaru Pak di nomor 081253769464
ahmad ibrahim suyuti
ASSALAAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKAAATUH, MOHON INFORMASI TENTANG TES MASUK UNTUK UNTUK ANANDA AHMAD IBRAHIM KAPAN JADWALNYA, KALAU LANGSUNG KE LOKASI APA BISA PROSESNYA 1 HARI
ARIFUDDIN
Assalamualaikum, mohon informasi tentang biaya/ iuran untuk tinkat smp

Walaikumsalam, Silahkan hubungi nomor berikut 081242518637
erna
Assalamu alaikum wr wb, apakah masih dibuka pendaftrannya yah???
ikhwan
sukses buat shohid ke depannya!
Asrum
Assalamu Alaikum, Saya dari Merauke sudah mendaftar, mohon konfirmasi jadwal test ?. terima kasih
ANDI SATPRIL
Assalamu alaikum, mohon infonya apakah menerima santriwati? Saya berencana utk mendaftarkan anak saya bila mmg tersedia buat putri. Syukran katsir wassalamu alaikum...
Rijal
gimana bisa komen di berita shohit? tulisan kanji di eskul tata boga, artinya apa ya? di shohit ada eskul itu juga? sukses eskul tata boganya.
Siska
assalamuaalikum, mohon informasi untuk pendaftaran masuk ke PPMI Shohwatul is`ad, saat ini anak saya kelas 6 SD dan berniat melanjutkan ke Pesantren ini, wassalam siska
Juraid
Assalamualaikum Wr. Wb. Nama saya Juraid, orang tua dari salah seorang santri bernama Muhammad Farid Juraid. Saya punya mimpi agar anak kami bisa menjadi penghafal Al Qur'an dan seperti itu juga jawaban anak kami saat tes wawancara dan ditanyakan kenapa ingin masuk di Shohwatul Is'ad. Saya baca di web Shohwatul Is'ad bahwa ada program Darul Huffadz. Bagaimana caranya agar anak kami bisa masuk diprogram itu dan siapa pembinanya. Kalau bisa tolong berikan nomor HP-nya. Terima kasih. Wassalam...
 
 
        * Lakukan pendaftaran sebelum mengirim pesan
 
 
Powered by Calendar Labs
 
 
 
 
 
 
 
   Hubungi Kami  
      Humas 081242518637 - Admin 081241200583
    Jl. Poros Padang Lampe Km. 3 Kecamatan Ma'rang Kabupaten Pangkep Sulawesi selatan
   E-mail : info@shohwatulisad.sch.id
  
    © 2013 Pondok Pesantren Modern Islam Shohwatul Is'ad I Designed by : TLIKU